Salat merupakan ibadah paling utama dalam Islam dan menjadi tiang agama bagi setiap Muslim. Namun, sejumlah kesalahan masih kerap dilakukan dalam praktik salat sehari-hari, baik karena kurangnya pemahaman maupun kebiasaan yang tidak diperbaiki. Para ulama dan pengajar ilmu fikih mengingatkan pentingnya menjaga kaidah salat sesuai tuntunan syariat agar ibadah diterima dan memberikan pengaruh mendalam dalam kehidupan seorang Muslim.
Berikut sepuluh kesalahan dalam salat yang paling sering dilakukan berdasarkan pengamatan ahli fikih dan pengajar ibadah di berbagai lembaga pendidikan Islam.
1. Tidak Meluruskan dan Merapatkan Saf
Banyak jamaah salat berjamaah berdiri dengan jarak antara pundak atau kaki yang renggang. Padahal, merapatkan dan meluruskan saf merupakan bagian dari penyempurna salat dan menjaga kekompakan umat.
2. Bacaan Al-Fatihah Tidak Jelas atau Tidak Lengkap
Kesalahan pengucapan huruf, harakat, atau jeda bacaan dapat mengubah makna. Sejumlah pengajar Qur’an menekankan pentingnya tajwid dan pelafalan yang tepat karena Al-Fatihah merupakan rukun salat.
3. Gerakan Terburu-Buru dan Tidak Tuma’ninah
Tuma’ninah (tenang sejenak pada setiap posisi) adalah kewajiban. Banyak orang ruku’, sujud, dan duduk hanya sekilas seperti “mematuk”, tanpa berhenti hingga anggota badan mapan. Kesalahan ini termasuk yang paling sering terjadi.
4. Tidak Khusyuk dan Pikiran Melayang
Kurangnya fokus, terburu-buru oleh urusan pekerjaan, atau bermain dengan pakaian/gawai saat salat menghilangkan kekhusyukan. Ulama menyebut kekhusyukan bukan syarat sah, tetapi menentukan kualitas salat.
5. Posisi Tangan yang Salah Setelah Takbiratul Ihram
Beberapa jamaah masih bingung menempatkan tangan: terlalu rendah, terlalu tinggi, atau menyilang di bahu. Sikap paling umum: meletakkan tangan kanan di atas kiri di daerah dada.
6. Membaca Surah Terlalu Cepat Tanpa Merenungi Makna
Membaca cepat demi menyelesaikan salat tidak dianjurkan. Ulama mengingatkan bahwa salat bukan perlombaan waktu, melainkan ibadah dialog seorang hamba dengan Allah.
7. Tidak Mengikuti Imam dengan Tepat
Sebagian jamaah mendahului imam, menyalip gerakan, atau terlambat mengikuti. Kaidahnya jelas: “Imam untuk diikuti.” Mendahului imam secara sengaja dapat membatalkan salat menurut sebagian pendapat.
8. Tidak Melakukan Duduk Iftirasy dan Tawaruk dengan Benar
Posisi duduk antara dua sujud (iftirasy) dan tasyahud akhir (tawaruk) kadang dicampur atau dilakukan serampangan. Pengajar fikih menjelaskan kedua posisi mempunyai ketentuan dan hikmah masing-masing.
9. Penempatan Pandangan Mata Tidak Tepat
Lirikan ke kanan-kiri, menatap udara, atau menutup mata seluruhnya mengurangi kekhusyukan. Pandangan yang dianjurkan adalah ke tempat sujud sepanjang salat.
10. Salam Tidak Sempurna atau Terlalu Cepat
Beberapa jamaah menoleh dengan sangat cepat atau sekadar menggerakkan kepala tanpa membentuk salam yang sempurna. Salam adalah tanda selesainya salat, sehingga perlu dilakukan dengan pelafalan dan gerakan yang benar.
Ajakan Perbaikan
Para guru dan pembina ibadah mengingatkan bahwa memperbaiki salat adalah proses seumur hidup. Evaluasi gerakan, bacaan, dan kekhusyukan perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk belajar kepada guru atau ustaz yang kompeten.
“Jika salat kita baik, insya Allah semua urusan kita akan dimudahkan,” pesan salah satu pengajar ibadah dari sebuah lembaga pendidikan Islam.
Kesimpulan
Kesalahan dalam salat dapat terjadi tanpa disadari, bahkan pada orang yang sudah rutin beribadah. Karena itu, meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki praktik salat menjadi keharusan bagi setiap Muslim agar ibadah semakin sempurna, bermakna, dan berdampak pada kehidupan spiritual.










