Eks CEO Disney Bob Chapek: Saya Seperti Tak Pernah Ada

Mantan CEO Disney Bob Chapek/Disney Food Blog

Generasi.co, JAKARTA – Mantan CEO Disney Bob Chapek mengaku belum pernah kembali ke perusahaan tersebut sejak dicopot dari jabatannya pada November 2022. Dia mengatakan secara psikologis belum siap kembali setelah merasa diperlakukan tidak semestinya oleh Disney.

“Saya hanya tidak tahu apakah secara psikologis saya berada dalam posisi untuk pergi. Akan sangat sulit bagi saya untuk pergi dan mengaitkannya dengan apa yang telah saya lihat,” kata Chapek kepada Bloomberg Businessweek Daily, Senin, dilansir melalui Yahoo News.

Chapek mengatakan perlakuan Disney setelah pencopotannya membuatnya merasa seperti tidak pernah menjadi bagian dari perusahaan yang telah dia layani selama sekitar 30 tahun.

“Rasanya seperti saya tidak pernah ada,” kata Chapek.

Chapek, yang mulai bekerja di Disney pada 1993, menilai proses pencopotannya tidak dilakukan dengan cara yang menghargai pengabdiannya selama puluhan tahun.

“Situasinya sendiri tidak beralasan. Tetapi bahkan jika itu dilakukan, ada cara untuk melakukannya dengan kelas, keanggunan, dan rasa hormat setelah 30 tahun. Saya tidak mendapatkannya,” ujarnya.

Chapek kemudian merinci sejumlah perlakuan Disney yang menurutnya membuat dirinya seolah dihapus dari sejarah perusahaan. Salah satunya adalah pencopotan namanya dari sejarah perusahaan.

“Jika ada hal yang menjadi titik puncak, itu adalah ketika saya dihapus dari sejarah perusahaan. Tidak cukup mereka menghancurkan saya. Mereka masih melakukannya,” katanya.

Dia juga mengatakan namanya tidak tercantum dalam daftar tamu perayaan 100 tahun Disney. Padahal, menurut Chapek, dia turut merencanakan acara tersebut.

Chapek juga mengaku tidak diundang dalam perayaan 10 tahun Shanghai Disney Resort. Dia menilai taman hiburan tersebut kemungkinan belum beroperasi jika dirinya tidak diminta turun tangan.

Selain itu, Chapek menyebut Disney mencopotnya menjelang agenda penting perusahaan. Dia juga mengatakan tidak diberi kesempatan menulis pesan perpisahan kepada sekitar 200 ribu karyawan Disney.

Chapek mengatakan Disney sempat berjanji memperlihatkan siaran pers mengenai pencopotannya sebelum diumumkan. Namun, menurut dia, siaran pers tersebut kemudian diterbitkan sekitar setengah jam setelah diperlihatkan kepadanya.

Menurut Chapek, perlakuan tersebut berkaitan dengan ego di dalam perusahaan.

“Saya pikir ada banyak ego,” ujarnya.

Chapek juga mengaitkan keretakan hubungannya dengan Bob Iger dengan masa awal kepemimpinannya sebagai CEO. Sekitar sebulan setelah menjabat, pandemi Covid-19 membuat taman hiburan dan sejumlah bisnis Disney ditutup.

Menurut Chapek, saat itu Iger memberikan wawancara kepada The New York Times dan menyatakan kembali mengambil peran sebagai CEO. Chapek mengaku Iger tidak membicarakan hal tersebut dengannya.

“Saya mengatakan kepada Iger keesokan harinya: ‘Anda menandatangani surat kematian saya,’” kata Chapek.

Chapek menjabat CEO Disney sejak Februari 2020 sebelum dewan direksi mencopotnya pada 20 November 2022 dan mengembalikan Iger ke posisi tersebut.

Sejak meninggalkan Disney, Chapek mengatakan belum berbicara lagi dengan Iger. Dia juga tidak memperkirakan hubungan keduanya akan kembali terjalin.

Chapek kini tengah melakukan tur untuk mempromosikan memoarnya, “Behind the Castle Walls: My Thirty Years at the Happiest Place on Earth.”