Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, melakukan manuver strategis dengan mengunjungi Aljazair guna mengamankan pasokan bahan baku pupuk bagi petani Indonesia.
Melalui audiensi dengan Association Algérienne pour la Promotion de l’Investissement (AAPI), Sudaryono berupaya memuluskan jalan bagi investasi PT Pupuk Indonesia di negara Afrika Utara tersebut. Langkah ini diambil karena Aljazair memiliki cadangan fosfat melimpah yang krusial untuk produksi pupuk NPK.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Rabu (28/1), Sudaryono menegaskan bahwa masalah pupuk adalah masalah klasik yang harus diselesaikan dari hulunya.
“Masalahnya, bahan baku utama seperti fosfat masih banyak di luar negeri. Kita ingin memastikan bahwa investasi Pupuk Indonesia di sana mendapat karpet merah,” ujar Sudaryono.
Arahan Prabowo: Jangan Cuma Jadi Penonton
Politisi Partai Gerindra yang akrab disapa Mas Dar ini menjelaskan bahwa langkah agresif ini sesuai dengan komando Presiden Prabowo Subianto. Presiden menegaskan urusan pangan rakyat tidak boleh main-main dan Indonesia tidak boleh selamanya didikte oleh harga pasar global.
Melalui AAPI, pemerintah menjajaki skema kerja sama serius, mulai dari joint venture hingga pembangunan pabrik hilirisasi Amonia dan Fosfat.
“Kita tidak boleh cuma jadi penonton atau pembeli yang didikte harga dunia… Tujuannya agar kita punya kontrol langsung atas sumber bahan bakunya, bukan hanya berharap pada impor yang sering tidak menentu,” tegasnya.
Target Akhir: Harga Stabil di Tingkat Petani
Sudaryono menekankan, upaya diplomasi ekonomi dan investasi ini bukan sekadar urusan bisnis korporasi, melainkan demi keberlangsungan nasib petani di tanah air.
Ia berharap dengan adanya kepastian hukum dan kemudahan birokrasi di Aljazair, rantai pasok bahan baku pupuk menjadi aman, pabrik beroperasi efisien, dan harga pupuk menjadi stabil.
“Ujung dari semua urusan birokrasi dan investasi ini adalah sawah-sawah di Indonesia. Kita jemput bolanya di Aljazair, kita bawa manfaatnya untuk petani di seluruh pelosok tanah air,” tutup Sudaryono.










