Menlu Sugiono tegaskan komitmen Indonesia dorong penyelesaian damai krisis Myanmar lewat implementasi Five-Point Consensus ASEAN.
Generasi.co, Jakarta – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono, kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong penyelesaian damai atas krisis yang terjadi di Myanmar.
Pernyataan ini disampaikan saat pertemuan Extended Informal Consultation on the Implementation of the Five-Point Consensus, yang digelar dalam rangkaian KTT ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia, Sabtu (25/5).
Sugiono menekankan Indonesia tetap konsisten mendukung penyelesaian damai, dengan menegaskan pentingnya persatuan ASEAN sebagai kunci stabilitas kawasan.
“Indonesia tetap teguh pada komitmen untuk mendorong penyelesaian damai di Myanmar. Stabilitas kawasan hanya bisa tercapai bila ASEAN bersatu dan bertindak berdasarkan prinsip konsensus serta solidaritas,” ujarnya, dikutip dari pernyataan resmi di Jakarta, Senin (26/5).
Sugiono juga menggarisbawahi urgensi pelaksanaan penuh Five-Point Consensus (5PC) yang disepakati ASEAN setelah kudeta militer di Myanmar pada 2021. Fokus utama dari konsensus tersebut adalah menghentikan kekerasan, memperluas bantuan kemanusiaan, serta membuka ruang dialog inklusif yang melibatkan semua pihak terkait di Myanmar.
Selain itu, Sugiono menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif yang diambil oleh Malaysia sebagai Ketua ASEAN tahun ini, yang berperan aktif memfasilitasi proses penyelesaian konflik secara damai. Indonesia pun siap terus berkontribusi dalam upaya pemulihan demokrasi dan stabilitas di Myanmar.
“Kekuatan ASEAN terletak pada kesatuannya. Dalam menghadapi krisis Myanmar, kita harus berbicara dengan satu suara, dan bertindak dengan satu tujuan untuk mendorong implementasi penuh 5PC,” tegasnya.
Pertemuan Extended Informal Consultation ini merupakan forum informal yang mempertemukan para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Utusan Khusus Myanmar. Pertemuan bertujuan membahas situasi terkini di Myanmar dan mempercepat pelaksanaan Five-Point Consensus secara efektif.
(BAS/Red)










