Dalam KTM ke-51 OKI, Menlu Sugiono serukan tindakan tegas hadapi konflik Timur Tengah dan dukung diplomasi untuk Palestina serta reformasi sistem multilateral.
Generasi.co, Jakarta – Menteri Luar Negeri RI Sugiono, menyerukan agar Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menunjukkan sikap yang lebih tegas dalam merespons ketegangan yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikannya pada Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-51 OKI di Istanbul, Sabtu (21/6/2025), dengan menyoroti aksi kekerasan Israel yang terus berlanjut, termasuk serangan baru terhadap Iran.
“OKI harus lebih keras dan tegas memperkuat multilateralisme dan hukum internasional,” ujar Sugiono, dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Selasa (24/6).
Dalam forum tersebut, Sugiono memberikan beberapa rekomendasi penting untuk OKI. Ia menekankan pentingnya memperkuat diplomasi dan upaya politik, memperluas dukungan internasional terhadap pengakuan negara Palestina, serta menyerukan agar OKI menjadi kekuatan kolektif dalam mendorong reformasi sistem global yang lebih adil.
“Sebagai organisasi negara-negara Global South, OKI tidak boleh lelah dalam mendorong tata dunia yang lebih adil dan inklusif,” tambahnya.
Sugiono juga mengecam keras serangan militer Israel terhadap Iran dan mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri serta terus mengedepankan jalan dialog.
Menghadapi kompleksitas dinamika global, Sugiono menekankan bahwa kolaborasi dan solidaritas antarsesama anggota OKI harus diperkuat. Ia menegaskan bahwa OKI harus menjaga relevansinya di tengah dunia yang terus berubah dan mendorong penyelesaian damai terhadap perbedaan di dalam organisasi.
“Hentikan konflik antara-anggota, selesaikan perbedaan pandangan,” katanya.
“Tanpa persatuan, solidaritas dan semangat bertindak nyata, suara OKI tidak akan pernah didengar,” imbuhnya.
Selain isu politik, Sugiono juga mengajak negara-negara anggota OKI memperkuat kerja sama ekonomi dan pembangunan. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi dalam sektor perdagangan, pendidikan, ilmu pengetahuan, serta hilirisasi sumber daya alam.
KTM ke-51 ini dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, dan dihadiri oleh perwakilan dari 50 negara anggota, sebagian besar di antaranya dipimpin langsung oleh para menlu dari negara seperti Arab Saudi, Mesir, Pakistan, Malaysia, Jordania, dan Azerbaijan.
Di sela kegiatan konferensi, Sugiono juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Azerbaijan, Jeyhun Bayramov. Pertemuan ini dimanfaatkan untuk membahas penguatan hubungan bilateral serta kolaborasi di bawah kerangka OKI.
Keikutsertaan Menlu Sugiono dalam konferensi ini menjadi wujud kontribusi aktif Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Sebagai salah satu pendiri OKI sejak 1969, Indonesia dinilai memiliki peran penting dalam menjembatani kepentingan negara-negara anggota dan memperjuangkan isu-isu strategis di tingkat global.
(BAS/Red)










