Menlu Sugiono Desak Pemerintah Peru Usut Tuntas Penembakan Staf KBRI Lima

Menteri Luar Negeri Sugiono (Sumber: Instagram @sugiono_56)
Menteri Luar Negeri Sugiono (Sumber: Instagram @sugiono_56)

Menteri Luar Negeri RI Sugiono meminta pemerintah Peru menyelidiki tuntas kasus penembakan Zetro Leonardo Purba, staf KBRI Lima, yang tewas ditembak orang tak dikenal.

Generasi.co, Jakarta – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono meminta pemerintah Peru untuk mengusut tuntas kasus penembakan terhadap staf KBRI Lima Zetro Leonardo Purba yang meninggal dunia pada Senin malam (1/9/2025) waktu setempat akibat ditembak orang tak dikenal.

“Kami sudah menyampaikan kepada pihak Kementerian Luar Negeri Peru dan kepolisian di sana untuk bisa menyelidiki kasus ini hingga tuntas,” ujar Sugiono dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun Instagram @menluri, dikutip pada Rabu (3/9).

Zetro, yang menjabat sebagai Penata Kanselerai Muda di Kedutaan Besar RI di Lima, ditembak tiga kali oleh pelaku tak dikenal hanya beberapa meter dari tempat tinggalnya di wilayah Lince, ibu kota Peru. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh media lokal Panamericana Television dan dikonfirmasi oleh pihak kepolisian setempat.

Menlu Sugiono telah berkomunikasi langsung dengan Duta Besar RI di Peru, Ricky Suhendar, serta dengan istri almarhum, Priscillia, untuk menyampaikan dukacita dan memberikan dukungan penuh dari pemerintah Indonesia.

Ia juga telah menginstruksikan Dubes RI untuk memantau langsung penyelidikan yang dilakukan pihak berwenang Peru dan memastikan proses pemulangan jenazah almarhum ke Indonesia dapat segera terlaksana dengan lancar.

“Saya harap yang terbaik bisa kita berikan dalam rangka mengusut kasus ini hingga tuntas,” ucap Sugiono.

Kepada jajaran Kementerian Luar Negeri, Sugiono turut menyampaikan pesan penguatan moral dan keselamatan. Ia meminta para diplomat dan staf perwakilan RI di luar negeri untuk tetap mengutamakan keamanan pribadi dalam melaksanakan tugas negara.

“Yang pasti, di manapun saudara-saudara berada, tetaplah menjadikan faktor keselamatan sebagai sesuatu yang utama dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita kepada bangsa dan negara,” ujar Menlu.

Zetro Leonardo Purba diketahui baru lima bulan bertugas di Peru, setelah sebelumnya ditempatkan di KJRI Melbourne, Australia. Kepolisian Peru telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan KBRI Lima dalam proses investigasi awal.

(BAS/Red)