Menlu Sugiono Hadiri Pertemuan 2+2 Indonesia-Australia di Canberra

Gedung Pancasila (Sumber: Kemlu RI)
Gedung Pancasila (Sumber: Kemlu RI)

Menlu RI Sugiono dan Menhan Sjafrie hadiri Pertemuan 2+2 di Canberra, Australia. Bahas kerja sama strategis, pertahanan, maritim, dan isu Palestina.

Generasi.co, Jakarta – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono tiba di Canberra, Australia, pada Rabu (28/8/2025) untuk menghadiri The Ninth Australia–Indonesia Foreign and Defence Ministers’ 2+2 Meeting yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (29/8), di Parliament House Australia.

Sugiono hadir bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan penting tersebut. Sementara itu, delegasi Australia dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Richard Marles dan Menteri Luar Negeri Penny Wong.

Dalam keterangan resmi dari Kementerian Luar Negeri RI, pertemuan ke-9 ini akan membahas penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Australia, khususnya di sektor pertahanan, keamanan maritim, serta isu-isu strategis kawasan dan global, termasuk situasi terkini di Palestina.

“Kedua belah pihak berharap akan ada sejumlah program kerja sama konkret yang disepakati sebagai bagian dari deliverables pertemuan,” tulis Kemlu RI dalam siaran persnya, Rabu (28/8).

Pertemuan 2+2 merupakan forum dialog tingkat tinggi antara Menlu dan Menhan kedua negara yang telah berlangsung sejak tahun 2011. Forum ini difokuskan pada penguatan kemitraan strategis Indonesia–Australia, terutama dalam bidang pertahanan dan keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Selain mengikuti agenda utama 2+2, Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

Menlu Sugiono juga akan mengadakan pertemuan bilateral khusus dengan Menlu Penny Wong guna membahas perluasan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Indonesia dan Australia.

Pertemuan ini berlangsung di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks, menjadikannya momen penting bagi kedua negara untuk menyelaraskan langkah serta mempererat sinergi kawasan.

(BAS/Red)