Menlu Sugiono Sebut Presiden Jerman Undang Prabowo Kunjungan Kenegaraan

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul dan Menlu RI Sugiono (Sumber: Instagram @sugiono_56)
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul dan Menlu RI Sugiono (Sumber: Instagram @sugiono_56)

Presiden Jerman undang Presiden Prabowo ke Berlin 2025. RI-Jerman sepakat perkuat kerja sama di bidang energi, ekonomi, pertahanan hingga program makan bergizi.

Generasi.co, Jakarta – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengumumkan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier secara resmi mengundang Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Jerman pada paruh kedua 2025.

Undangan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul kepada Menlu RI Sugiono, saat pertemuan bilateral di Jakarta, Rabu (20/8/2025).

“Kami menganggap bahwa undangan ini merupakan sebuah bentuk penghargaan istimewa yang mencerminkan eratnya kemitraan kedua negara,” ujar Menlu Sugiono dikutip pada Jumat (22/8).

Sugiono menilai, kunjungan pertama Menlu Wadephul ke Indonesia menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan bilateral yang telah terjalin sejak tahun 1952. Menurutnya, Jerman adalah mitra strategis dan komprehensif utama Indonesia di kawasan Eropa.

“Kerja sama kedua negara mencakup banyak sektor, mulai dari politik, pertahanan, perdagangan, ekonomi, energi, lingkungan, hingga sosial budaya, baik dalam lingkup bilateral maupun multilateral,” jelas Sugiono.

Secara ekonomi, Jerman tercatat sebagai mitra dagang terbesar Indonesia di Eropa dengan nilai perdagangan tahun 2024 mencapai USD6,15 miliar. Selain itu, investasi Jerman di Indonesia pada periode yang sama mencapai USD343 juta.

Sugiono berharap proses perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (I-EU CEPA) dapat diselesaikan pada 2026, sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam mendorong perdagangan dan investasi bilateral.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga mengundang Jerman untuk memperluas investasi di sektor-sektor prioritas, seperti energi terbarukan, kecerdasan buatan, ketahanan pangan, serta pengembangan infrastruktur.

Sugiono turut mengapresiasi peran Jerman sebagai co-lead bersama Jepang dalam program Just Energy Transition Partnership (JETP). Ia menegaskan bahwa kedua negara berkomitmen memperkuat kerja sama transisi energi bersih dan mendorong keterlibatan sektor swasta dalam investasi hijau.

Selain itu, Indonesia juga mengajak Jerman mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kolaborasi di bidang pertanian berkelanjutan, peternakan, serta pemanfaatan teknologi pendingin berbasis energi surya. Program MBG ditargetkan menjangkau 92 juta anak-anak sekolah serta ibu hamil dan menyusui.

Menlu Jerman Johann Wadephul mencatatkan kunjungan ini sebagai lawatan pertamanya ke Indonesia, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara pertama yang ia kunjungi sejak menjabat.

(BAS/Red)