Misteri Benda Antariksa Besar Berbulu Jatuh di Argentina, Warga Panik dan Polisi Tutup Lokasi

Sebuah benda misterius diduga berasal dari luar angkasa jatuh di sebuah lahan pertanian di Puerto Tirol, Argentina, Kamis (25/9/20256) malam waktu setempat. Benda berbentuk silinder berukuran sekitar 1,7 meter itu menarik perhatian warga karena tertutup serat hitam halus menyerupai bulu dan mengeluarkan peringatan bahaya beracun.

Kepolisian Provinsi Chaco segera menutup lokasi dan memanggil unit penjinak bom setelah petani bernama Ramón Ricardo González melaporkan penemuan aneh tersebut. Kepala Polisi Chaco Fernando Romero menyebut benda itu terbuat dari serat karbon dan mengandung hidrazin, bahan kimia yang biasa digunakan sebagai bahan bakar roket.

Berdasarkan laporan media lokal Novedades del Sur, benda itu tampak tergores dan terbakar akibat gesekan dengan atmosfer saat masuk kembali ke bumi. Di permukaannya juga ditemukan nomor seri, menandakan kemungkinan asalnya dari perangkat teknologi tinggi.

Polisi kemudian menggandeng Ruben Lianza, Direktur Pusat Penelitian Antariksa Argentina (CIAE), untuk mengidentifikasi benda tersebut. Lianza memperingatkan agar masyarakat tidak menyentuh kapsul karena berpotensi mengeluarkan debu beracun, seperti dikutip Diario Chaco.

Dugaan Tangki Bahan Bakar Roket

Foto-foto dari lokasi kejadian menunjukkan petugas memakai alat pernapasan dan pakaian pelindung lengkap. Para ahli menduga kapsul itu merupakan “composite overwrapped pressure vessel” (COPV) — jenis tangki bahan bakar ringan yang digunakan NASA dan badan antariksa lain untuk menyimpan fluida bertekanan tinggi pada sistem propulsi maupun eksperimen ilmiah.

Kepolisian Argentina kini menutup area penemuan dan memperingatkan warga agar waspada karena fragmen lain mungkin masih jatuh di wilayah sekitar. Tim khusus dijadwalkan mengevakuasi benda tersebut pada Jumat (26/9).

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi apakah benda itu benar-benar merupakan puing antariksa. Namun, laporan Metro menyebut lokasi jatuhnya benda itu berada tepat di bawah jalur lintasan roket Jielong 3 yang diluncurkan dari kapal di lepas pantai China sehari sebelumnya.

Sejumlah warga Puerto Tirol juga melaporkan melihat benda bercahaya jatuh dari langit sekitar pukul 18.15 waktu setempat, sebelum akhirnya melapor ke polisi, sebagaimana diberitakan Radio Rafaela.