Generasi.co, Shanghai – AirAsia melakukan pembersihan dan disinfeksi kabin pesawat setelah seorang penumpang perempuan buang air besar di kursinya dalam penerbangan dari Kota Kinabalu, Malaysia, menuju Shanghai, China.
Insiden itu terjadi sekitar 40 menit sebelum pesawat mendarat di Bandara Internasional Pudong, Shanghai, pada Kamis (19/8/2026) dini hari. Bau menyengat kemudian menyebar ke dalam kabin dan membuat sejumlah penumpang terbangun.
Penerbangan AirAsia AK1516 berangkat dari Kota Kinabalu sekitar pukul 22.30 pada 18 Agustus dan tiba di Shanghai sekitar pukul 03.00 keesokan harinya.
AirAsia menyatakan awak kabin menemukan kondisi kebersihan yang tidak biasa di lorong pesawat saat penerbangan bersiap mendarat. Awak kabin melakukan pembersihan awal menggunakan sarung tangan dan handuk sembari memprioritaskan keselamatan penerbangan.
Setelah pesawat mendarat, kapten dan tim darat diberi tahu mengenai kondisi tersebut. Pembersihan dan disinfeksi lebih lanjut dilakukan setelah seluruh penumpang turun dari pesawat.
Awak yang bertugas pada penerbangan balik juga mendapat pengarahan mengenai insiden serta kondisi kabin.
Seorang penumpang bermarga Zhuo yang duduk bersama istrinya di seberang lorong mengatakan bau tersebut mulai tercium sekitar 40 hingga 50 menit sebelum pesawat mendarat. Bau itu bahkan membuat penumpang di beberapa baris di depan dan belakang mereka terbangun.
Menurut Zhuo, perempuan tersebut diperkirakan berusia sekitar 40 tahun dan duduk di kursi tengah bersama dua anak laki-laki berusia sekitar 10 tahun.
“Kala itu hampir pukul 02.00 dan kami semua sedang tidur. Dia bergegas menuju toilet sambil membawa sebuah tas, kemudian muncul bau aneh,” kata Zhuo, sebagaimana dikutip Jimu News.
Para penumpang awalnya menduga ada seseorang yang muntah. Namun, dugaan itu berubah setelah seorang penumpang di baris depan menunjuk kotoran yang berada di lantai.
Zhuo mengatakan perempuan tersebut menggunakan kantong plastik, tetapi isinya tumpah ke karpet lorong dan kursinya. Perempuan itu kemudian mengatakan kepada penumpang lain bahwa dirinya sedang tidak sehat.
Toilet pesawat disebut berjarak sekitar lima meter dari tempat perempuan tersebut duduk dan belum ditutup saat kejadian. Zhuo menyebut mereka berada di baris ke-26 dalam pesawat yang memiliki sekitar 30 baris.
Seorang awak kabin sempat membersihkan area menggunakan tisu dan menyemprotkan pengharum udara. Namun, bau tersebut tetap bertahan. Pendingin udara juga dimatikan karena pesawat sedang bersiap melakukan pendaratan.
General Manager AirAsia China Frank Tang Ting mengapresiasi awak kabin yang menangani insiden tersebut. Ia menyebut kru tetap profesional dan tenang dalam menghadapi kondisi tersebut.
“Keselamatan dan kesejahteraan penumpang merupakan prioritas utama kami. Kami menghargai pengertian para penumpang dalam menghadapi situasi yang tidak terduga ini,” ujar Tang.










