Menlu Sugiono minta Iran-Israel tahan diri, pertemuan OKI di Istanbul jadi forum bahas solusi damai.
Generasi.co, Jakarta – Di tengah memanasnya konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang terus menelan korban jiwa, Indonesia menyatakan keprihatinan dan menyerukan agar ketegangan ini tidak terus berlanjut. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan posisi Indonesia tetap konsisten mendukung penyelesaian damai dan menolak segala bentuk kekerasan yang memperburuk stabilitas kawasan.
“Ya sikap kita tadi juga sama-sama mengetahui bahwa ada suatu eskalasi konflik yang meningkat antara Israel dan Iran. Saya berharap ketegangan ini bisa segera selesai dan masing-masing pihak bisa menahan diri, karena ini justru akan memperburuk keadaan di wilayah tersebut,” ujar Sugiono dalam keterangan resmi saat berada di Singapura, sebagaimana disampaikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Selasa(17/6/2025).
Sebagai bagian dari upaya diplomatik regional, Sugiono menyebut para menteri luar negeri dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan mengadakan pertemuan di Istanbul, Turki, untuk membahas perkembangan terbaru di Timur Tengah, termasuk konflik ini.
“Dan kalau saya tidak salah tanggal 21 nanti menteri-menteri luar negeri OKI juga akan berkumpul di Istanbul kemungkinan salah satu agenda membahas itu,” tambahnya.
Sementara itu, situasi di lapangan kian memburuk. Serangan udara yang dilakukan Israel selama tiga hari terakhir diklaim telah menewaskan 224 orang di Iran, dan melukai lebih dari 1.200 lainnya. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, menyampaikan melalui platform X bahwa sebagian besar korban adalah warga sipil.
“Setelah 65 jam agresi oleh rezim Zionis, 1.277 orang telah terluka. 224 wanita, pria, dan anak-anak telah menjadi martir. 90 persen dari mereka yang tewas adalah warga sipil,” tulis Kermanpour.
Iran menegaskan tidak akan berhenti membalas hingga Israel menghentikan agresi militernya. Bahkan, dua negara yang dikenal sebagai perantara — Qatar dan Oman — dilaporkan telah gagal membujuk Teheran untuk menyetujui gencatan senjata.
Pernyataan Indonesia ini datang di saat dunia internasional semakin mendesak kedua pihak untuk menahan diri dan mendorong solusi diplomatik yang berkelanjutan. Indonesia menegaskan stabilitas kawasan Timur Tengah merupakan bagian dari kepentingan global, termasuk dari perspektif keamanan energi dan ekonomi internasional.
(BAS/Red)










