Seoul, Generasi.co — Keberanian melampaui batas kewarganegaraan ditunjukkan oleh Sugianto, seorang nelayan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan. Aksi heroiknya menyelamatkan tujuh warga lanjut usia (lansia) dari kepungan badai api di Yeongdeok berbuah manis.
Ia tidak hanya diganjar penghargaan tertinggi oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, tetapi juga mendapat penghormatan khusus dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae (Blue House), Kamis (2/4/2026).
Tamu Kehormatan Dua Kepala Negara
Di tengah agenda kunjungan kenegaraan, Presiden Prabowo Subianto mendapati momen istimewa saat Presiden Lee Jae Myung turut mengundang Sugianto. Hadir setara dengan jajaran delegasi VVIP, nelayan yang telah menetap 9 tahun di Korsel itu tampil gagah mengenakan setelan jas lengkap.
Diapit oleh dua kepala negara, Sugianto menerima apresiasi langsung. Gestur kebanggaan tak bisa disembunyikan oleh Prabowo yang menyalami dan beberapa kali menepuk punggung pahlawan kemanusiaan tersebut.
“Baik-baik kau ya, mereka senang sama kamu,” pesan singkat namun bermakna dari Presiden Prabowo kepada Sugianto.
Gendong 7 Lansia Menembus Kobaran Api Yeongdeok
Nama Sugianto harum di mata masyarakat Korsel bermula dari tragedi kebakaran hutan hebat yang melanda Yeongdeok, Gyeongsang Utara, pada 25 Maret 2025. Api yang membesar sekitar pukul 23.00 waktu setempat mengancam desa pesisir tempatnya tinggal.
Menyadari kontur desa yang landai dan dipenuhi warga lansia, Sugianto bersama kepala komunitas nelayan desa, Yoo Myung-sin, mengambil tindakan darurat. Ia mendobrak pintu demi pintu, membangunkan warga yang terlelap, dan menggendong sedikitnya tujuh lansia di punggungnya untuk berlari sejauh 300 meter menuju tanggul evakuasi yang aman.
“Yang saya pikirkan hanyalah menyelamatkan para nenek dan penduduk dengan cepat,” ungkap Sugianto mengenang detik-detik menegangkan saat salah satu toko di dekatnya mulai dilalap si jago merah.
Aksinya terbukti vital. Desa pesisir berpenduduk sekitar 60 orang itu berhasil dievakuasi tanpa ada korban jiwa. “Saya dapat mengungsi dari rumah saya karena dia berada di depan pintu saya setelah saya terbangun karena mendengar teriakan,” kesaksian salah seorang penyintas berusia 90-an tahun.
Banjir Penghargaan Internasional dan Nasional
Keberanian Sugianto membuahkan sederet apresiasi bergengsi. Dari pemerintah Korea Selatan, ia dianugerahi medali The Order of Civil Merit oleh Presiden Lee Jae Myung. Selain itu, Kementerian Kehakiman Korsel memberikan keistimewaan berupa visa F-2, yang memungkinkannya tinggal dan bekerja hingga lima tahun ke depan.
Dari dalam negeri, pemerintah RI melalui Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memberikan penghargaan resmi dan mendaulat Sugianto sebagai Duta Pekerja Migran Indonesia.
Keberanian dan dedikasi Sugianto membuktikan bahwa nilai gotong royong dan kemanusiaan masyarakat Indonesia mampu bersinar dan diakui di panggung dunia.









