Ahmad Muzani Dorong Kerja Sama Politik Asia, Ajak Bangun Kepercayaan dan Stabilitas Kawasan

Ketua MPR RI Ahmad Muzani (Sumber: mpr.go.id)
Ketua MPR RI Ahmad Muzani (Sumber: mpr.go.id)

Ahmad Muzani ajak PKC dan partai-partai Asia bangun kepercayaan politik demi stabilitas kawasan, sambil promosikan nilai Pancasila dan Asta Cita.

Generasi.co, Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra sekaligus Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyerukan pentingnya membangun rasa saling percaya dan kolaborasi antarpartai politik di kawasan Asia. Seruan ini ia sampaikan dalam forum internasional yang digelar di Beijing, Tiongkok.

Berbicara sebagai salah satu pembicara kunci dalam simposium ‘Dialog Partai Komunis China (PKC) dengan Partai-Partai Politik Negara Tetangga’, Muzani menekankan urgensi pertukaran pandangan dan kerja sama politik lintas negara sebagai fondasi untuk menciptakan masa depan bersama yang stabil.

“Dalam hubungan antara Partai Gerindra dengan Partai Komunis China dan partai-partai lain di kawasan Asia, kami percaya bahwa pertukaran pandangan, saling berbagi pengalaman, dan membangun kepercayaan politik sangatlah penting dalam memperkuat hubungan antara Indonesia dan China maupun dengan negara-negara lainnya,” kata Muzani seperti dikutip dari Antara, Rabu (28/5/2025).

Forum tersebut dihadiri berbagai delegasi dari partai politik Asia, termasuk dari Kamboja, Thailand, Nepal, Malaysia, Uzbekistan, Myanmar, Vietnam, dan Pakistan. Acara ini diselenggarakan oleh Biro Luar Negeri PKC sebagai bagian dari diplomasi antarpartai untuk memperkuat konektivitas politik regional.

Muzani menegaskan Partai Gerindra, sebagai kekuatan politik yang kini berada dalam pemerintahan Indonesia, menjunjung tinggi nilai-nilai kerja sama dan pembangunan inklusif.

“Partai Gerindra, sebagai salah satu kekuatan politik di Indonesia, menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan komitmen terhadap pembangunan yang inklusif,” katanya.

Ia juga menyampaikan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto, selaku Ketua Umum dan Ketua Pembina, tetap berpegang teguh pada visi Asta Cita untuk membawa Indonesia menjadi negara maju, adil, makmur, dan berdaulat di usia 100 tahun kemerdekaan pada 2045.

Visi ini mencakup penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, pembangunan ekonomi nasional, peningkatan kesejahteraan rakyat, reformasi birokrasi, dan pelestarian lingkungan hidup.

“Selain itu, Gerindra berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas politik kawasan dan memperkuat hubungan dengan negara sahabat,” ungkap Muzani.

Muzani juga mengingatkan kembali momen penting pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada 9 November 2024, yang mempertegas komitmen kedua negara dalam memperkuat kemitraan strategis komprehensif.

Asia, menurutnya, tengah memasuki babak baru dalam sejarahnya—kawasan dengan energi pembangunan besar namun juga tantangan luar biasa.

“Kita menghadapi peluang besar sekaligus tantangan yang belum pernah ada sebelumnya. Seperti yang telah disampaikan Presiden Xi Jinping, perahu kecil tak mampu menghadapi badai besar sendirian. Hanya dengan bersatu dalam satu perahu, kita bisa menjaga stabilitas dan mencapai kemajuan jangka panjang,” kata Muzani.

Dalam kesempatan itu, Muzani juga memperkenalkan ideologi Pancasila sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa di Indonesia.

“Perlu kami sampaikan bahwa Pancasila merupakan ideologi asli bangsa Indonesia yang lahir dari sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia yang terdiri dari banyak etnis, ras, adat istiadat dan agama bersatu dalam semangat kebersamaan,” ungkapnya.

Muzani menutup pidatonya dengan menekankan bahwa membangun kepercayaan di antara negara-negara Asia merupakan kunci bagi masa depan kawasan dan dunia.

“Kepercayaan bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Pepatah China menyebutkan, ‘Dengan hati yang sama, tidak ada yang mustahil’, dan dalam budaya Indonesia, kami mengenal pepatah ‘Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Kita ingin membangun kepercayaan yang tidak hanya bersifat bilateral tapi yang menopang stabilitas dan kerja sama kawasan,” jelas Muzani.

Sebelum menyampaikan pidato kunci dalam simposium tersebut, pada 25 Mei 2025, Muzani terlebih dahulu mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Departemen Internasional Komite Sentral PKC, Liu Jianchao.

(BAS/Red)