Ahmad Muzani Ingatkan Kepala Daerah soal Integritas dan Pelayanan Publik

Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama jajaran Pimpinan MPR meninjau lokasi pembangunan kawasan MPR RI di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Senin (20/4/2026)/Ist.

Generasi.co, SURAKARTA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani mengingatkan para kepala daerah di Solo Raya agar menjaga integritas dan menjalankan amanah rakyat selama menjalankan tugas pemerintahan.

Pesan tersebut disampaikan Ahmad Muzani saat bertemu sejumlah kepala daerah se-Solo Raya di Loji Gandrung, Surakarta, Senin (20/7/2026). Dalam pertemuan itu, Muzani menyebut jabatan kepala daerah merupakan kepercayaan yang diberikan masyarakat sehingga harus dijalankan dengan baik.

“Tadi pesan untuk terus melayani rakyat dengan baik. Ingat jabatan yang didapat sekarang berasal dari kepercayaan rakyat masing-masing,” kata Muzani.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan pertemuan tersebut berlangsung secara informal melalui kegiatan ngopi bersama. Menurut dia, Ahmad Muzani datang untuk bersilaturahmi sekaligus mendengarkan berbagai masukan dari para kepala daerah sebelum melanjutkan agenda kunjungan ke Yogyakarta.

“Beliau ingin ngobrol-ngobrol menerima masukan, ngopi santai dengan seluruh kepala daerah di Solo Raya. Sambil tadi ingin menikmati Festival Anggrek karena beliau ada rangkaian kegiatan di Jogja. Tidak ada perbincangan khusus. Ini ngopi santai,” ujar Respati.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah aspirasi daerah disampaikan kepada Ahmad Muzani, di antaranya terkait infrastruktur jalan, persoalan sampah, dan fasilitas kesehatan.

Respati menyebut salah satu persoalan yang membutuhkan perhatian adalah pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo. Ia berharap ada dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan pengelolaan sampah tersebut.

“Saya mengusulkan supaya ada dorongan. Intinya kami bersama beberapa kepala daerah menyampaikan berbagai aspirasi. Pembahasannya santai sambil ngopi, mulai dari infrastruktur jalan, persoalan sampah, fasilitas kesehatan, dan lainnya. Semoga nanti bisa segera ditindaklanjuti,” ucap Respati.

Menurut Respati, pengelolaan sampah Putri Cempo memiliki peluang dikembangkan melalui skema pendanaan nasional, termasuk kemungkinan masuk dalam program Danantara. Namun, peluang tersebut masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan.

Ia menjelaskan, salah satu syarat yang perlu dipenuhi adalah volume sampah mencapai 1.000 ton. Sementara itu, volume sampah di Surakarta saat ini sekitar 400 ton sehingga perlu dikombinasikan dengan daerah lain di wilayah Solo Raya.

“Ya, mungkin bisa untuk Solo Raya. Karena syaratnya harus seribu ton, sementara Solo sekitar 400 ton. Kalau diakumulasi se-Solo Raya bisa tercapai. Kepala daerah juga kompak dan solid, bahkan ada satu lahan baru yang sangat mungkin disiapkan,” ujar Respati.

Respati mengatakan komunikasi antardaerah telah berjalan, tetapi masih diperlukan koordinasi lanjutan untuk memenuhi berbagai persyaratan, termasuk kesiapan lahan.

“Tinggal menunggu koordinasi dari seluruh pemangku wilayah sekitar. Pembicaraan awal sudah ada, tetapi kami masih menunggu sampai memenuhi syarat seribu ton. Persyaratannya juga cukup banyak, termasuk kesiapan lahan,” katanya.

Sementara itu, Ahmad Muzani menegaskan kunjungannya ke Loji Gandrung tidak membahas agenda politik maupun kebijakan tertentu. Ia menyebut pertemuan tersebut hanya sebagai ajang silaturahmi sebelum melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta.

“Bahas enteng-enteng saja, ringan-ringan saja. Ndak ada apa-apa karena saya mau ke Jogja,” ujar Muzani.

Dalam kunjungan tersebut, Muzani juga menyempatkan diri melihat kamar Bung Karno di Loji Gandrung. Ia meminta Pemerintah Kota Surakarta menjaga tempat bersejarah tersebut sebagai bagian dari warisan perjalanan bangsa Indonesia.