Ahmad Muzani Sebut Pertemuan Prabowo-Megawati adalah Langkah Positif Demi Kepentingan Bangsa

Foto: Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani saat buka bersama dengan kader Partai Gerindra Sumatera Utara, Kamis (20/3/2025). (Istimewa)
Foto: Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani saat buka bersama dengan kader Partai Gerindra Sumatera Utara, Kamis (20/3/2025). (Istimewa)

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyambut baik peluang pertemuan lanjutan antara Presiden Prabowo dan Megawati, menilai dialog kedua tokoh bisa berkontribusi untuk solusi nasional.

Generasi.co, Jakarta – Ketua MPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyatakan bahwa pertemuan lanjutan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri adalah langkah yang sangat positif jika benar-benar terlaksana.

Menurut Muzani, komunikasi antara dua tokoh penting bangsa itu bisa membuka ruang dialog strategis untuk menyelesaikan berbagai tantangan nasional.

“Saya belum mengetahui secara pasti apakah akan ada pertemuan lanjutan. Namun, jika itu benar terjadi, saya kira itu sangat baik dan patut diapresiasi,” ujar Muzani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/4/2025).

Pertemuan Tokoh Bangsa Demi Literasi Kepemimpinan

Muzani menyebut bahwa Presiden Prabowo sangat terbuka terhadap pandangan dari berbagai tokoh bangsa, termasuk Megawati.

Sebagai Presiden ke-5 RI, Megawati memiliki pengalaman panjang dalam mengelola negara, dan tentu menjadi sumber referensi yang penting bagi kepemimpinan Prabowo dalam menghadapi tantangan global dan domestik.

“Pertemuan di antara dua pemimpin nasional tentu bisa memberikan literasi dan perspektif yang luas bagi Presiden Prabowo.”

“Bu Mega adalah mantan presiden, pengalamannya perlu didengar demi kepentingan bangsa,” ujar Muzani.

Belum Ada Kepastian Lokasi dan Waktu Pertemuan

Terkait teknis pertemuan lanjutan tersebut, Muzani mengaku belum memiliki informasi pasti.

Ia menyatakan belum mengetahui apakah pertemuan akan kembali dilakukan di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, seperti yang terjadi pada 7 April lalu, atau di tempat lain.

“Belum ada kabar baru. Kami belum mendalami dan belum mengikuti perkembangan setelah pertemuan tanggal 7 April itu,” kata Muzani.

Respons PDIP dan Puan Maharani

Sinyal positif soal potensi pertemuan lanjutan ini juga disampaikan Ketua DPP PDIP Puan Maharani, yang juga menjabat sebagai Ketua DPR RI.

Dalam keterangannya pada Senin (14/4), Puan menyatakan bahwa akan ada pertemuan dan silaturahmi berikutnya antara dua tokoh besar tersebut.

“Akan ada silaturahmi dan pertemuan-pertemuan yang selanjutnya,” ujar Puan, mengindikasikan bahwa komunikasi antara Prabowo dan Megawati tetap terbuka dan terjaga.

Megawati: PDIP Siap Dukung, Tanpa Masuk Koalisi

Ahmad Muzani juga mengungkap bahwa dalam pertemuan sebelumnya, Megawati memberikan dukungan moral kepada Prabowo untuk menjalankan masa kepresidenannya secara efektif demi kesejahteraan rakyat.

Meski demikian, Megawati menegaskan bahwa PDIP siap membantu pemerintahan, tanpa harus bergabung dalam koalisi formal.

“Ibu Mega mengharapkan agar masa kepresidenan Pak Prabowo bisa efektif untuk kebaikan rakyat. Dan jika dianggap perlu, PDI Perjuangan bisa menjadi instrumen yang memperkuat pemerintahan, walau bukan dalam posisi sebagai anggota koalisi,” jelas Muzani pada 9 April 2025 lalu.

(BAS/Red)