Bangkit dari Kegagalan Tahun Lalu, SMAN 2 Nabire Juara LCC Empat Pilar MPR RI Papua Tengah dan Lolos ke Tingkat Nasional

Tim SMAN 2 Nabire berhasil meraih Juara I LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 dan akan mewakili Papua Tengah pada Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI di Jakarta.

Generasi.co, Nabire – SMA Negeri 2 Nabire memastikan diri menjadi wakil Provinsi Papua Tengah pada Final Nasional Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 setelah meraih juara pertama pada tingkat provinsi yang digelar di Aula Gereja Katolik KSK, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Sabtu (1/8/2026).

SMAN 2 Nabire keluar sebagai juara usai mengumpulkan nilai tertinggi, yakni 125 poin, pada babak final. Posisi kedua ditempati SMA YPPK Adhi Luhur dengan 110 poin, sedangkan SMAN 1 Nabire berada di peringkat ketiga setelah meraih 85 poin.

“Dengan demikian, Regu A dari SMA Negeri 2 Nabire keluar sebagai pemenang pada babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Papua Tengah. Selamat kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Dewan Juri Daerah sekaligus Kepala Seksi Pendidikan Akademi Komunitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Ebit Rusali, S.Pd., M.Pd., M.M.

Kemenangan tersebut mengantarkan SMAN 2 Nabire mewakili Papua Tengah pada Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI yang akan digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada pertengahan Agustus 2026.

Kompetisi tingkat provinsi diikuti sembilan sekolah terbaik hasil seleksi kabupaten/kota di Papua Tengah. Para peserta bersaing sejak babak penyisihan hingga semifinal dengan menguji pemahaman mengenai Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Babak final mempertemukan SMAN 2 Nabire, SMAN 1 Nabire, dan SMA YPPK Adhi Luhur. Persaingan berlangsung ketat, terutama pada babak rebutan yang menentukan perolehan nilai akhir.

Guru pendamping SMAN 2 Nabire, Risiputri Budi Nuradelia, S.Pd., mengatakan keberhasilan tersebut menjadi buah dari perjuangan yang telah dimulai sejak tahun lalu, ketika timnya belum mampu meraih gelar juara.

“Tahun lalu kami belum berhasil meraih juara. Namun tahun ini anak-anak tampil luar biasa. Mereka bekerja keras demi mewujudkan impian dapat mewakili Papua Tengah ke tingkat nasional di Jakarta. Bagi kami yang berada di Papua, kesempatan itu merupakan kebanggaan yang sangat besar,” ujarnya.

Menurut Risiputri, keterbatasan waktu dan fasilitas menjadi tantangan selama persiapan. Meski demikian, semangat para siswa untuk berlatih tidak pernah surut. Intensitas latihan bahkan akan ditingkatkan menjadi setiap hari setelah jam pelajaran menjelang final nasional.

“Saya sangat optimistis. Tahun lalu kami hanya menjadi penonton setelah gagal di babak penyisihan. Hari ini kami membuktikan bahwa kami mampu menjadi juara tingkat provinsi. Kami akan bekerja lebih keras lagi agar dapat mengharumkan nama Papua Tengah di tingkat nasional,” katanya.

Salah seorang anggota tim SMAN 2 Nabire, Lionel Alexander Woraday, mengaku perjuangan menuju gelar juara tidak mudah karena harus menjalani latihan intensif hingga memperoleh dispensasi dari sekolah.

“Ada masa ketika kami merasa sangat lelah karena harus belajar secara intensif. Kami bahkan beberapa kali mendapatkan dispensasi dari sekolah agar dapat memperbanyak waktu latihan. Semua itu kami jalani demi memberikan hasil terbaik,” ujarnya.

Lionel mengatakan timnya kini fokus mempersiapkan diri menghadapi final nasional.

“Kalau hari ini kami membawa nama sekolah, keluarga, dan Kabupaten Nabire, maka di tingkat nasional kami membawa nama Provinsi Papua Tengah. Karena itu kami akan mempersiapkan diri jauh lebih maksimal lagi,” katanya.

LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Papua Tengah sebelumnya dibuka oleh Anggota MPR RI Kelompok DPD Daerah Pemilihan Papua Tengah, Eka Kristina Yeimo, S.Pd., M.Si. Penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri yang berasal dari unsur biro hukum dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah.