Presiden Prabowo Subianto mengubah dukungan Indonesia terhadap Palestina dari retorika menjadi aksi nyata, termasuk evakuasi korban, pengiriman bantuan, dan kerja sama internasional.
Generasi.co, Jakarta – Isu Palestina telah lama menjadi bagian integral dari kebijakan luar negeri Indonesia.
Namun, di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, dukungan itu mengalami transformasi signifikan dari sekadar retorika menjadi serangkaian aksi nyata yang menyentuh berbagai aspek kehidupan rakyat Palestina.
Sejak menjabat pada 20 Oktober 2024, Prabowo menunjukkan komitmen kuat melalui berbagai inisiatif diplomatik dan kemanusiaan yang konkret.
1. Kerja Sama Strategis Indonesia-Turki untuk Rekonstruksi Gaza
Pada 10 April 2025, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Ankara dan bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istana Kepresidenan Turki.
Pertemuan ini menghasilkan komitmen bersama untuk mendukung rekonstruksi Gaza yang hancur akibat konflik berkepanjangan.
Presiden Erdogan menyatakan, “Kami akan terus bekerja bersama Indonesia dalam hal rekonstruksi Gaza dan juga dalam mempertahankan hak Palestina.”
Sementara itu, Prabowo menegaskan kedua negara memiliki pandangan sejalan mengenai perdamaian global, dengan menyatakan, “Saya dan Presiden Erdogan tukar pandangan tentang isu-isu geopolitik. Kami sepakat bahwa Indonesia dan Turki harus ikut menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.”
Kerja sama ini mencerminkan langkah konkret dalam mendukung Palestina, tidak hanya melalui bantuan kemanusiaan tetapi juga melalui pembangunan infrastruktur yang vital bagi kehidupan masyarakat Gaza.
2. Evakuasi dan Perawatan Medis untuk Warga Gaza
Pada 9 April 2025, Presiden Prabowo mengumumkan bahwa Indonesia siap mengevakuasi sekitar 1.000 warga Palestina yang terluka, mengalami trauma, atau yatim piatu akibat konflik di Gaza.
Mereka akan menerima perawatan medis di Indonesia hingga pulih dan situasi di Gaza membaik. Prabowo menegaskan bahwa evakuasi ini bersifat sementara dan bukan bentuk relokasi permanen.
“Kami siap evakuasi mereka yang luka-luka, mereka yang kena trauma, anak-anak yatim piatu siapa pun boleh pemerintah Palestina dan pihak-pihak terkait di situ mereka ingin dievakuasi ke Indonesia.”
“Kami siap akan kirim pesawat-pesawat untuk angkut mereka, kita perkirakan mungkin jumlahnya 1.000 untuk gelombang pertama,” kata Prabowo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memberikan bantuan kemanusiaan yang nyata dan cepat tanggap terhadap krisis yang terjadi di Gaza.
3). Desakan Kemerdekaan Palestina dalam Pertemuan dengan Presiden AS
Pada 12 November 2024, Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Gedung Putih dalam rangkaian kunjungan kenegaraan.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara dan menyerukan gencatan senjata di Gaza.
“Terima kasih telah menerima saya, saya juga ingin mengucapkan terima kasih, Anda menelepon saya sendiri saat pemilihan. Akhirnya saya bisa datang dan Anda menerima saya hari ini,” ujar Prabowo.
Keduanya sepakat mendukung solusi dua negara dan menyerukan gencatan senjata. Mereka juga berkomitmen memfasilitasi evakuasi medis anak-anak Palestina dan mendukung upaya pemulihan di Gaza.
“Presiden Biden dan Presiden Subianto menegaskan kembali seruan mendesak untuk gencatan senjata segera di Gaza melalui pembebasan sandera,” bunyi pernyataan resmi Gedung Putih.
Pertemuan ini menunjukkan peran aktif Indonesia dalam diplomasi internasional untuk mendukung kemerdekaan Palestina.
4. Kesiapan Kirim Tenaga Medis ke Rumah Sakit Lapangan di Gaza
Pada Juni 2024, saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia siap mengirim tenaga medis untuk mengoperasikan rumah sakit lapangan di Gaza.
Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memberikan bantuan medis langsung kepada korban konflik di Gaza.
“Kami juga siap segera mengirimkan tenaga medis untuk mengoperasikan rumah sakit lapangan di Gaza dengan persetujuan semua pihak,” kata Prabowo.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang konkret dan langsung kepada masyarakat Palestina yang membutuhkan.
5. Komitmen Pengiriman Pasukan Perdamaian TNI ke Gaza
Dalam forum Shangri-La Dialogue di Singapura pada 1 Juni 2024, Prabowo menyatakan Indonesia siap mengirim pasukan perdamaian dari TNI ke Gaza apabila ada mandat resmi dari PBB untuk menjaga gencatan senjata dan mengawal bantuan kemanusiaan.
“Kami bersiap untuk melakukan apa pun yang kami bisa untuk memberikan bantuan kemanusiaan sebagaimana diperlukan dan ketika diminta oleh PBB kami siap untuk menyumbangkan pasukan penjaga perdamaian yang signifikan untuk mempertahankan dan memantau upaya gencatan senjata ini serta memberikan perlindungan dan keamanan kepada semua orang,” kata Prabowo.
Pernyataan ini menunjukkan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif dalam menjaga perdamaian dan keamanan di wilayah konflik, khususnya di Gaza.
6. Bantuan Kemanusiaan Berkelanjutan dan Distribusi Logistik ke Gaza
Selain evakuasi dan dukungan medis, pemerintahan Prabowo Subianto juga mengintensifkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Pemerintah Indonesia secara rutin mengirimkan logistik penting berupa makanan, obat-obatan, perlengkapan medis, dan kebutuhan dasar lainnya bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan internasional serta Bulan Sabit Merah.
Pada awal tahun 2025, Indonesia mengirimkan beberapa pesawat kargo yang membawa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina melalui Mesir dan Yordania.
Bantuan tersebut mencakup lebih dari 100 ton barang kebutuhan pokok yang difokuskan untuk anak-anak dan keluarga terdampak.
Presiden Prabowo menyatakan bahwa Indonesia akan terus menjaga konsistensi dukungan kepada Palestina dalam bentuk bantuan nyata, tidak hanya simbolis.
“Kami tidak akan pernah lelah untuk membantu saudara-saudara kami di Palestina. Solidaritas kita bukan hanya dari kata-kata, tetapi melalui aksi nyata yang bisa mereka rasakan langsung,” ujarnya dalam pelepasan bantuan kemanusiaan di Lanud Halim Perdanakusuma.
7. Penguatan Diplomasi Multilateral di Forum Internasional
Prabowo Subianto juga mengintensifkan diplomasi multilateral untuk membawa isu Palestina ke forum-forum strategis dunia.
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, KTT OKI (Organisasi Kerja Sama Islam), serta forum G20, Prabowo secara konsisten menekankan pentingnya solidaritas global terhadap penderitaan rakyat Palestina.
Pada KTT OKI yang digelar di Arab Saudi pada Februari 2025, Prabowo menyerukan agar negara-negara Islam bersatu dalam mendorong gencatan senjata permanen dan memperkuat dukungan terhadap pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
“Tidak ada kemerdekaan yang lebih suci daripada perjuangan bangsa yang terjajah. Palestina harus mendapatkan haknya untuk hidup damai dan merdeka,” ucap Prabowo dalam pidatonya yang mendapat apresiasi luas dari para pemimpin negara OKI.
8. Pendidikan dan Beasiswa untuk Generasi Muda Palestina
Salah satu bentuk dukungan jangka panjang yang dicanangkan Prabowo adalah pemberian beasiswa pendidikan kepada pelajar Palestina.
Melalui kerja sama antara Kementerian Pendidikan, Kementerian Luar Negeri, dan universitas-universitas terkemuka di Indonesia, ratusan pelajar Palestina diberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi di Indonesia.
Program ini tidak hanya membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda Palestina, tetapi juga memperkuat hubungan people-to-people antara kedua bangsa.
Dalam sambutannya di Universitas Indonesia, Prabowo menyatakan bahwa investasi terbesar untuk masa depan Palestina adalah pendidikan.
“Dengan pendidikan, mereka akan bangkit, dan kami ingin menjadi bagian dari kebangkitan itu,” ujarnya.
Indonesia sebagai Pilar Dukungan bagi Palestina
Kepemimpinan Prabowo Subianto menandai babak baru dalam sejarah diplomasi Indonesia terhadap Palestina.
Tidak lagi berhenti pada dukungan moral dan simbolis, Prabowo membawa semangat solidaritas Indonesia ke ranah aksi nyata: dari evakuasi medis, pembangunan infrastruktur, pengiriman bantuan kemanusiaan, penguatan diplomasi global, hingga pemberdayaan generasi muda Palestina melalui pendidikan.
Langkah-langkah konkret ini tidak hanya mencerminkan amanat konstitusi Indonesia yang menolak penjajahan, tetapi juga mempertegas posisi Indonesia sebagai kekuatan moral dan kemanusiaan di kancah internasional.
Di bawah kepemimpinan Prabowo, dukungan untuk Palestina bukan sekadar slogan, melainkan misi nyata yang terus diupayakan dengan sepenuh hati.
(BAS/Red)










