Generasi.co, Jombang – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya stabilitas dan ketenangan dalam menjalankan pemerintahan Indonesia. Menurut dia, negara sebesar Indonesia membutuhkan kerja sama banyak pihak dan tidak mungkin hanya dipimpin satu partai.
“Bagaimanapun pemerintahan membutuhkan stabilitas, ketenangan,” kata Prabowo dalam penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8).
Prabowo mengatakan Indonesia merupakan negara besar dengan wilayah yang setara dengan Uni Eropa yang terdiri dari sekitar 27 negara. Karena itu, menurut dia, pengelolaan negara membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
“Tidak mungkin negara sebesar ini dipimpin hanya satu partai, kita ini sekarang delapan partai sudah luar biasa efisiennya,” ujarnya.
Prabowo kemudian membandingkan kondisi pemerintahan Indonesia dengan sejumlah negara yang menurutnya memiliki konstelasi politik tidak stabil. Ia mencontohkan Jepang dan Inggris yang dalam lima hingga enam tahun terakhir mengalami pergantian perdana menteri.
Dalam kesempatan itu, Prabowo kembali menyinggung kritik mengenai jumlah anggota kabinet pemerintahannya yang disebut sebagai kabinet gemuk.
Ia membandingkan jumlah kabinet Indonesia dengan kabinet Timor Leste yang beranggotakan 28 orang. Menurut Prabowo, jumlah tersebut besar jika dibandingkan dengan luas wilayah Timor Leste.
“Lebih kecil dari banyak kabupaten di Indonesia, mungkin Kabupaten Bogor lebih besar dari Timor Leste, Banyuwangi. Mereka hanya 1,1 juta. Kabinetnya 28, kabinet Timor Leste 28,” ucapnya.










