Sudaryono Tegaskan Tak Ada Jasa Berbayar Buka Suspend SPPG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono/BGN

Generasi.co, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengingatkan seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar mewaspadai oknum yang mengaku memiliki akses ke pimpinan BGN dan menawarkan jasa membuka kembali dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum beroperasi atau berstatus suspend.

Sudaryono menegaskan BGN tidak pernah menunjuk pihak tertentu untuk mengurus pengoperasian kembali dapur SPPG yang dihentikan sementara. Dia juga memastikan pimpinan BGN tidak pernah memberikan kewenangan maupun meminta imbalan uang untuk layanan tersebut.

“Kami tidak pernah mengutus siapa pun, kami tidak pernah memberikan otoritas kepada siapa pun, apalagi meminta imbalan uang,” ujar Sudaryono dalam keterangannya di akun Instagram resminya, @sudaru_sudaryono, dikutip Senin, 31 Agustus 2026.

Modus tersebut muncul melalui tawaran bantuan pembukaan dapur SPPG yang belum beroperasi atau terkena suspend dengan meminta imbalan uang. Sudaryono meminta mitra tidak memberikan uang apabila mendapat tawaran semacam itu.

“Saya pastikan itu adalah bohong dan itu adalah tindak pidana penipuan. Jika ada yang mengatasnamakan saya, mengatasnamakan Ibu Waka, atau mengatasnamakan Pak Waka, atau mengatasnamakan pimpinan siapa pun, yang kemudian memberikan iming-iming,” kata Sudaryono.

Dia meminta pihak yang menemukan atau menjadi korban praktik tersebut segera melapor kepada aparat penegak hukum, termasuk kepolisian.

“Manakala ada oknum-oknum yang kemudian menjajakan jasa meminta imbalan dalam rangka untuk membuka suspend atau segera mengoperasikan dapur-dapur belum beroperasi. Kemudian meminta imbalan uang mengatasnamakan saya atau pimpinan yang lain, maka kami pastikan berita itu tidak benar,” ucap Sudaryono.

Peringatan tersebut disampaikan ketika pengawasan terhadap pengelolaan dapur SPPG dalam pelaksanaan Program MBG diperketat. Kementerian Koordinator Bidang Pangan sebelumnya menyebut 249 pengelola SPPG telah diberhentikan karena dinilai tidak disiplin menjalankan tugas.

Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan 66 pengelola SPPG diberhentikan dalam satu bulan terakhir oleh manajemen baru BGN. Jumlah itu menambah 183 pengelola yang sebelumnya telah diberhentikan karena persoalan disiplin.

“66 yang baru sebulan ini, manajemen baru baru sebulan. Sebelumnya 183, kemudian 66 yang tidak disiplin,” ujar Zulkifli dalam rapat Perbaikan Tata Kelola Program MBG di Kantor Kementerian Koordinator Pangan, Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurut Zulkifli, pengelola SPPG bertanggung jawab memastikan proses pengolahan makanan berjalan sesuai ketentuan. Pengelola juga wajib berada di lokasi untuk mengawasi keamanan makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.