Generasi.co, Jakarta – Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkap peran Sumitro Djojohadikusumo, ayah Presiden Prabowo Subianto, dalam merancang pembangunan Indonesia sejak awal kemerdekaan. Hal itu tergambar dalam arsip sejarah yang dipamerkan MPR dalam rangka HUT MPR dan Hari Konstitusi.
Muzani mengatakan arsip tersebut menunjukkan bahwa gagasan pembangunan Indonesia sebagai negara industri telah dirancang sejak 1951. Saat itu, Sumitro menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan dalam Kabinet Natsir.
“Dari arsip inilah kita tahu bahwa ternyata sejak tahun ’51, rancang bangun Republik Indonesia sudah dirancang menjadi sebuah negara industri oleh Pak Sumitro yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan dalam Kabinet Natsir,” kata Muzani dalam acara pameran di Nusantara IV, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Menurut Muzani, arsip yang ditampilkan juga memperlihatkan gagasan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang mandiri. Kemandirian tersebut mencakup bidang ekonomi, politik, dan kebudayaan.
“Kita bukan sekadar ingin menjadi sebuah negara yang merdeka, tapi kita ingin menjadi sebuah negara yang mandiri di bidang ekonomi, mandiri di bidang politik, mandiri di bidang kebudayaan, dan itulah yang berkali-kali juga diingatkan oleh Bung Karno dalam Trisakti,” ujarnya.
Muzani menilai gagasan tersebut menunjukkan kesungguhan para pendiri bangsa dalam merancang masa depan Indonesia. Menurut dia, generasi saat ini memiliki tugas untuk meneruskan pemikiran yang telah dibangun sejak awal kemerdekaan.
“Para pendiri bangsa kita melakukan ini dengan sungguh-sungguh, dan yang hari ini dipamerkan di Senayan adalah bukti bahwa kita harus berterima kasih kepada mereka atas kesungguhan itu,” katanya.
Pameran arsip tersebut merupakan hasil kolaborasi MPR dengan Rieke Diah Pitaloka, Bappenas, dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Muzani menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut yang menurutnya penting untuk menjaga ingatan mengenai sejarah pembangunan Indonesia.
“Yang kita kerjakan adalah upaya untuk meneruskan dari pola dan cara pemikiran mereka yang sudah dilakukan sejak awal kita merdeka,” imbuhnya.










