Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Terapkan Zero Tolerance Korupsi di Program MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono/Kementan

Generasi.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7). Usai dilantik, Sudaryono menegaskan pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi prioritas utamanya dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan sistem yang terdokumentasi secara digital.

Sudaryono mengatakan Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah dengan anggaran besar sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya hari ini sebagaimana tadi sudah dilaksanakan acara pelantikan dan secara resmi telah menjadi Kepala Badan Gizi Nasional yang per hari ini kemudian saya telah aktif, tentu saja ini adalah amanah besar bagi saya. Ini satu amanah besar karena memang program Makan Bergizi Gratis ini adalah program besar, grande, dan satu di antara program prioritas pemerintahan,” katanya.

Ia menegaskan akan membenahi berbagai aspek tata kelola BGN, termasuk mengubah proses yang masih dilakukan secara manual menjadi berbasis sistem digital agar seluruh aktivitas memiliki rekam jejak yang jelas.

“Saya sebagai kepala akan bekerja keras untuk memperbaiki yang memang harus kita perbaiki. Yang tidak transparan harus kita buat transparan. Mungkin barangkali kalau ada yang masih manual bagaimana caranya supaya tidak manual atau bisa secara digital ada record-nya,” ujarnya.

Sudaryono menekankan setiap penggunaan anggaran MBG harus sepenuhnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Menurut dia, seluruh dana yang bersumber dari negara harus digunakan sesuai tujuan program, yakni meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia.

“Yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi dan segalanya harus terang-benderang. Ini adalah anggaran besar yang bersumber dari rakyat dan harus diperuntukkan untuk rakyat. Jadi ini adalah program dari rakyat untuk rakyat. Tentu saja setiap tetes rupiah yang dikeluarkan harus betul-betul sesuai dengan tujuan program,” tegasnya.

Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, Sudaryono mengatakan Program MBG juga diharapkan memberikan dampak ekonomi melalui meningkatnya penyerapan hasil produksi petani, peternak, dan nelayan sebagai pemasok kebutuhan pangan program.

Ia juga memastikan seluruh proses pengambilan keputusan di lingkungan BGN akan dilakukan melalui mekanisme resmi dan transparan, tanpa mengandalkan pendekatan personal maupun pertemuan informal.

“Saya ingin penyelesaian masalah, saya ingin penyelesaian persoalan, follow-up, dan lain-lain dilaksanakan sesuai mekanisme sistem. Jadi kita bukan lagi trust in person, kemudian kita bicara di ruang-ruang yang remang-remang yang gelap, di private-private room di restoran, tapi segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang terang, dan transparan, dan dilihat orang,” kata Sudaryono.

Menutup pernyataannya, Sudaryono mengajak seluruh pemangku kepentingan mengawal pelaksanaan Program MBG sekaligus menegaskan komitmennya menerapkan nol toleransi terhadap praktik korupsi maupun penyimpangan dalam pengelolaan program.

“Doakan kami semua untuk bisa amanah, dan menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya, zero tolerance untuk praktik-praktik korupsi, dan hengki-pengki, dan copet-copetan, sebagaimana barangkali ini yang paling dibenci oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.