Hadapi El Nino hingga Maret 2027, Bulog Tambah SPHP 1 Juta Ton

Beras SPHP/Badan Pangan

Generasi.co, Jakarta – Perum Bulog mendapat tambahan kuota penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar satu juta ton untuk mengantisipasi dampak El Nino berkepanjangan yang diprediksi berlangsung hingga Maret 2027.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan tambahan kuota tersebut telah disetujui dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Sebelumnya, Bulog mengusulkan tambahan kuota SPHP sebesar 400 ribu ton. Namun, usulan tersebut disetujui menjadi satu juta ton dengan mempertimbangkan potensi El Nino yang berlangsung hingga Maret 2027.

“Usulan beras penambahan kuota SPHP yang kami usulkan 400 (ribu ton) disetujui satu juta (ton) dengan pertimbangan karena El Nino yang berkepanjangan dan potensinya sampai nanti bulan Maret,” ujar Rizal di Kantor Bulog Jakarta Selatan, Senin (7/9).

Tambahan penyaluran satu juta ton beras SPHP tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp1,1 triliun. Perhitungan itu menggunakan harga Rp11 ribu per kilogram.

“Totalnya kalau Rp11 ribu dikalikan satu juta ton ya Rp1,1 triliun. Itu untuk SPHP-nya,” ungkap Rizal.

Bulog juga mendapat dukungan penuh dari Komisi IV DPR RI melalui Forum Group Discussion (FGD).

Untuk mekanisme penyalurannya, Rizal memastikan akan tetap berjalan normal seperti biasa. Namun, Bulog akan memberi perhatian khusus terhadap wilayah yang rentan terdampak cuaca ekstrem.

Bulog juga mendapat instruksi untuk memastikan kualitas beras SPHP yang disalurkan kepada masyarakat tetap terjaga.

Rizal mengatakan penyaluran SPHP harus mempertimbangkan potensi kerawanan akibat El Nino. Beras SPHP diharapkan dapat memberikan stimulus sekaligus menyediakan beras dengan harga murah bagi masyarakat dengan tetap mengutamakan kualitas.

“Jangan sampai nanti beras-berasnya tidak berkualitas sehingga nanti masyarakat kecewa,” pungkas Rizal.