Menlu Sugiono apresiasi kerja keras diplomat RI yang berjuang tanpa lelah demi harumkan nama bangsa di ulang tahun ke-80 Kementerian Luar Negeri.
Generasi.co, Jakarta – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menyampaikan apresiasi mendalam terhadap seluruh jajaran diplomat dan pegawai Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang telah mendedikasikan diri tanpa kenal lelah demi kepentingan bangsa.
Hal itu ia ungkapkan dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemlu RI melalui unggahan video di akun Instagram resminya, Selasa (18/8/2025). Mengawali pesannya, Sugiono menyampaikan selama delapan dekade, Kemlu telah mendedikasikan pengabdian bagi bangsa dan negara melalui berbagai medan diplomasi internasional.
“Genap sepuluh windu Kementerian Luar Negeri mengabdikan bakti kepada pertiwi, memperjuangkan kepentingan merah putih di berbagai kancah internasional demi harumnya nama bangsa,” ucapnya dikutip dari akun Instagram @sugiono_56, Selasa (18/8).
Ia menyoroti peran penting Kemlu dalam menjaga kedaulatan negara, serta dalam misi kemanusiaan, membantu dan melindungi warga negara Indonesia di luar negeri secara konsisten dan terus-menerus.
“Jejak yang sudah kita tinggalkan, keberhasilan yang telah kita torehkan, meminta kita untuk memperkuat barisan, bahu-membahu karena tantangan ke depan tidak akan menjadi ringan,” tambahnya.
Menlu Sugiono tak lupa memberikan penghormatan kepada para diplomat yang sering kali harus mengorbankan kenyamanan pribadi demi menjalankan tugas negara.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran diplomat dan seluruh jajaran Kemlu yang telah memberikan yang terbaik yang mereka miliki, sering kali dengan mengorbankan apa yang menjadi kenyamanan pribadinya,” ujar Sugiono.
Ia juga menyampaikan harapan agar semangat pelayanan untuk negeri terus menyala, dan menjadikan wajah Indonesia semakin dihormati di mata dunia.
“Sebuah kehormatan bagi saya untuk bekerja sama bersama saudara-saudara semua, semoga Tuhan selalu bersama kita, dalam upaya kita membawa dan menjaga nama harum bangsa,” tutupnya.
Sejarah Kemlu dan Kiprah Awal Diplomasi
Kementerian Luar Negeri RI resmi berdiri pada 19 Agustus 1945. Menteri luar negeri pertama adalah Mr. Achmad Soebardjo. Uniknya, kantor pertama Kemlu bertempat di rumah pribadi beliau di Jalan Cikini No. 82, Menteng, Jakarta Pusat.
Tugas utama Kemlu saat itu adalah mencari pengakuan internasional atas kemerdekaan Indonesia. Beberapa pencapaian awal diplomasi Indonesia meliputi Persetujuan Linggarjati (1946), Perjanjian Renville (1948), Konferensi Meja Bundar (1949), dan akhirnya pengakuan kedaulatan penuh pada 1950, serta diterimanya Indonesia sebagai anggota PBB.
Plt. Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Dubes Umar Hadi, menyebutkan staf awal Kemlu saat itu tak sampai sepuluh orang. Meski minim sumber daya, diplomasi Indonesia menunjukkan dampak besar.
Menurut Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, peringatan HUT ke-80 Kementerian Luar Negeri akan diramaikan dengan sejumlah kegiatan internal dan publik, seperti ‘Diplomatik Cycle’ dan ‘Kemlu Run’.
(BAS/Red)










