Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk menenangkan para pelaku pasar modal. Hal ini menyusul gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mengalami kejatuhan dalam (crash) hingga memicu penghentian perdagangan sementara pada pertengahan pekan lalu.
Dalam keterangannya di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Sabtu (31/1), Airlangga menegaskan jaminan Presiden bahwa pondasi ekonomi nasional tidak goyah meski diterpa ketidakpastian global.
“Pesan Bapak Presiden untuk pasar modal, pesan beliau saya kutip kepada para investor domestik, mitra internasional dan seluruh rakyat Indonesia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh,” ujar Airlangga.
Pemerintah Pasang Badan
Airlangga menekankan bahwa pemerintah berdiri teguh mendukung perbaikan dan pengembangan pasar modal Indonesia. Presiden berkomitmen menciptakan iklim investasi yang transparan, adil, dan berdaya saing global.
“Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan kita, dan kami berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia,” tegasnya.
Sempat Kena Dua Kali ‘Trading Halt’
Sebagai informasi, pasar saham Indonesia sempat mencekam pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1). Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa melakukan penghentian perdagangan sementara (trading halt) dua hari berturut-turut karena indeks anjlok drastis hingga 8 persen di sesi perdagangan.
Pelemahan ekstrem ini dipicu oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang masif, sentimen rebalancing indeks MSCI, serta pemangkasan peringkat investasi Indonesia oleh Goldman Sachs. Tercatat, arus keluar modal asing (net sell) sepanjang tahun 2026 telah mencapai Rp7,75 triliun.
Namun, kepanikan mulai mereda pada penutupan perdagangan Jumat (30/1). IHSG berhasil bangkit (rebound) dengan penguatan 1,81 persen dan kembali bertengger di level 8.329,60.










