Generasi.co, New York – Indonesia akan kembali menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan Indonesia akan menegaskan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina serta upaya pemulihan dan rekonstruksi Gaza dalam agenda tahunan PBB tersebut.
“Hal tersebut termasuk menegaskan kembali dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina serta upaya pemulihan dan rekonstruksi Gaza,” kata Nabyl, dikutip dari Antara, Selasa (22/9/2026).
Nabyl mengatakan kehadiran Indonesia juga menjadi momentum untuk mendorong dialog, menjembatani perbedaan, dan membangun konsensus di tengah berbagai tantangan global. Indonesia akan mengoptimalkan forum tersebut untuk menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang serta melanjutkan kontribusi bagi perdamaian dunia.
Menteri Luar Negeri Sugiono menjadi kepala delegasi Indonesia dalam Sidang ke-81 Majelis Umum PBB. Sugiono telah tiba di New York pada Senin (21/9) waktu setempat.
Sugiono dijadwalkan menyampaikan pernyataan nasional Indonesia dalam sesi Debat Umum Majelis Umum PBB pada Sabtu (26/9) malam waktu setempat.
Selama berada di New York, Sugiono mengikuti sejumlah pertemuan tingkat tinggi dan tingkat menteri yang membahas perdamaian dan keamanan, isu Palestina, perubahan iklim, serta multilateralisme.
Salah satu agenda awal yang dihadiri Sugiono adalah Pertemuan Tingkat Menteri “Group of Eight Arab and Islamic Countries” bersama perwakilan Arab Saudi, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Turkiye, dan Pakistan.
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono mengajak komunitas internasional memprioritaskan upaya perdamaian agar menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat Palestina, terutama di tengah situasi Gaza yang terus memburuk.
Sidang ke-81 Majelis Umum PBB resmi dibuka di New York pada 8 September. Menlu Bangladesh Khalilur Rahman terpilih sebagai presiden Majelis Umum PBB untuk masa sidang kali ini, menggantikan mantan Menlu Jerman Annalena Baerbock.
Sesi kali ini mengusung tema “Memulihkan kepercayaan, mengelola transformasi: PBB yang memberikan hasil bagi semua”. Sesi Debat Umum Majelis Umum PBB dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan dilanjutkan pada 28 September.










