Jaringan Penculik Bilqis Terbongkar: Komplotan Jual Bayi Lewat TikTok, 10 Anak Jadi Korban

Jaringan Penculik Bilqis/IG

Kasus penculikan Bilqis (4), balita asal Makassar, membuka fakta mengejutkan. Polisi menemukan bahwa pelaku bukan hanya menculik satu anak, melainkan bagian dari jaringan perdagangan anak lintas provinsi yang telah berulang kali beraksi dengan modus jual beli bayi di media sosial.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkapkan, pasangan Adit Prayitno Saputra (36) dan Meriana (42), dua dari empat tersangka dalam kasus ini, mengaku telah menjual sembilan bayi dan satu anak melalui aplikasi TikTok dan WhatsApp.

“Dua tersangka mengaku sudah sepuluh kali memperjualbelikan anak melalui media sosial. Mereka mengaku melakukannya untuk pasangan yang ingin mengadopsi,” kata Djuhandhani dalam konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Senin (10/11/2025).

Aksi mereka terbongkar setelah terlibat dalam penculikan Bilqis, bocah perempuan berusia empat tahun yang sempat hilang selama sepekan.

Kasus bermula saat Sri Yuliana alias Ana (30) menculik Bilqis di Taman Pakui Sayang, Makassar, saat korban menemani ayahnya berolahraga tenis. Sri kemudian menjual Bilqis kepada Nadia Hutri (29) seharga Rp3 juta.

Nadia lalu membawa Bilqis ke Jambi dan menjualnya kepada pasangan Adit dan Meriana dengan harga Rp30 juta. Tak berhenti di situ, keduanya kembali menjual Bilqis kepada kelompok salah satu suku di Jambi seharga Rp80 juta.

“Pasangan ini berpura-pura sudah menikah sembilan tahun tapi belum punya anak. Itu cara mereka menipu calon pembeli agar tampak meyakinkan,” jelas Djuhandhani.

Polisi berhasil menemukan Bilqis di wilayah pedalaman Jambi pada Sabtu (8/11) malam. Bocah itu ditemukan dalam keadaan selamat tanpa tanda-tanda kekerasan.

Kini, empat tersangka yakni Sri Yuliana, Nadia Hutri, Adit Prayitno, dan Meriana telah ditahan di Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Polisi juga tengah menelusuri jaringan jual beli anak lintas provinsi yang diduga melibatkan lebih banyak pelaku.

“Ini bukan kasus tunggal. Kami akan koordinasi dengan Bareskrim Polri untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan nasional,” tegas Djuhandhani.

Momen haru terjadi saat Bilqis akhirnya dipertemukan kembali dengan orang tuanya di Mapolrestabes Makassar. Tangis bahagia pecah, menandai akhir pencarian panjang yang mengguncang hati warga Makassar.