Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Beri Tanda Kehormatan ke 141 Orang pada 2025

Mensesneg Prasetyo Hadi (Sumber: Instagram @prasetyo_hadi28)
Mensesneg Prasetyo Hadi (Sumber: Instagram @prasetyo_hadi28)

Presiden Prabowo beri tanda kehormatan kepada 141 tokoh. Mensesneg: ini bentuk tradisi baru sebagai apresiasi atas kontribusi nyata anak bangsa di berbagai bidang.

Generasi.co, Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan tanda kehormatan kepada 141 orang tahun ini, jumlah yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Prasetyo, Prabowo ingin menjadikan pemberian tanda kehormatan sebagai sebuah tradisi nasional untuk menghargai jasa dan kontribusi nyata anak bangsa di berbagai bidang.

“Bapak Presiden berpikir bahwa memberikan gelar dan tanda kehormatan kepada putra-putri terbaik bangsa adalah sesuatu yang harus dijadikan semacam tradisi,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip pada Selasa (26/8/2025).

Ia menjelaskan selama ini negara masih kurang dalam memberikan penghargaan kepada mereka yang telah berjasa besar di bidangnya masing-masing. Dari 141 penerima tanda kehormatan tahun ini, banyak di antaranya yang baru pertama kali mendapatkan penghargaan dari negara.

“Kita nampaknya selama ini agak sedikit kurang di dalam memberikan penghormatan-penghormatan. Karena dari 141 juga banyak di antaranya yang saudara-saudara kita itu belum pernah mendapatkan penghormatan atau penghargaan sama sekali dari negara,” ujarnya.

Prasetyo menekankan para penerima berasal dari berbagai latar belakang dan memiliki kontribusi signifikan, baik dalam kemanusiaan, kebudayaan, lingkungan, kesehatan, hingga riset ilmiah.

“Padahal di bidangnya masing-masing mereka sangat berprestasi, memberikan kontribusi, ada yang dari sisi kemanusiaan, ada yang dari sisi kebudayaan, ada yang dari sisi lingkungan, ada yang dari sisi kesehatan. Ya, ada putri terbaik bangsa kita yang menemukan vaksin. Ini kan sesuatu yang luar biasa secara kemanusiaan, jadi semangatnya itu,” tandasnya.

Dengan menjadikan pemberian tanda kehormatan sebagai tradisi tahunan, pemerintah berharap masyarakat semakin termotivasi untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia di berbagai sektor.

(BAS/Red)