Jakarta, Generasi.co — Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, menerima audiensi dari Ketua Pembina Yayasan Indonesia Bangsa Pemenang (YIBP), Maryono, beserta jajarannya di Jakarta pada Kamis (19/2). Pertemuan strategis ini berfokus pada pembahasan peluang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem perkoperasian nasional.
Tidak hanya itu, pertemuan tersebut juga menggodok rencana pengembangan program pemberdayaan masyarakat yang menitikberatkan pada sektor kewirausahaan dan pendidikan.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Dalam diskusinya, Menteri Ferry menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa. Menurutnya, koperasi memegang peran yang sangat krusial, bukan hanya sebagai wadah usaha, melainkan juga instrumen utama untuk mencapai pemerataan ekonomi masyarakat.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperluas akses pembiayaan, pendampingan, serta peningkatan kapasitas SDM (Sumber Daya Manusia) koperasi agar semakin adaptif, profesional, dan berdaya saing,” ungkap Ferry Juliantono.
Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan dan yayasan seperti YIBP, diharapkan mampu mempercepat transformasi koperasi menuju kelembagaan yang lebih modern dan lincah dalam menghadapi tantangan zaman.
Tantang Lulusan Terbaik Bangun Pabrik Lokal
Satu hal yang menarik dari pertemuan tersebut adalah ajakan langsung dari Menteri Koperasi kepada generasi muda, khususnya kalangan terdidik. Ferry secara khusus mendorong para lulusan terbaik dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk berani turun tangan menyukseskan program unggulan pemerintah, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kontribusi nyata yang diharapkan dari para sarjana unggulan tersebut antara lain:
- Mendirikan pabrik pengolahan lokal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pedesaan.
- Mengembangkan produk unggulan daerah berbasis potensi alam dan kearifan lokal.
- Memastikan rantai distribusi produk berjalan lancar dan terpasok dengan baik melalui jaringan gerai KDKMP di seluruh pelosok Indonesia.
Langkah konkret ini diyakini tidak hanya akan membuka lapangan pekerjaan baru di desa, tetapi juga memastikan produk rakyat terserap maksimal di pasar melalui ekosistem mandiri KDKMP.










