Prabowo Kantongi Kepuasan Publik 74,1 Persen, Wamentan Sudaryono: Ini Tanggung Jawab Besar, Swasembada Pangan Harga Mati!

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono/IG

Jakarta, Generasi.co — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, merespons hasil survei terbaru Poltracking Indonesia yang memotret tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto di angka 74,1 persen. Alih-alih sekadar berpuas diri, Sudaryono justru memandang tingginya ekspektasi tersebut sebagai beban tanggung jawab yang krusial bagi pemerintah.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sudaryono menegaskan bahwa persentase persetujuan yang tinggi tersebut harus dijawab dengan kerja nyata yang berdampak langsung pada akar rumput.

“Kepuasan 74,1% pada kepemimpinan Presiden Prabowo. Angka tinggi. Buat saya pribadi, persentase ini memanggul tanggung jawab besar,” tulis Sudaryono, dikutip Selasa (14/4/2026).

Realisasi Program Wajib Memeluk Denyut Nadi Rakyat

Politikus partai Gerindra tersebut mengingatkan bahwa masyarakat saat ini tidak butuh retorika, melainkan kepastian. Ia menyoroti deretan program unggulan kabinet yang harus segera dieksekusi secara presisi dan tepat sasaran.

Menurutnya, intervensi negara melalui program makan bergizi gratis, subsidi upah, hingga layanan kesehatan gratis harus benar-benar turun dan “memeluk denyut keseharian awam.”

Fokus Kementan: Kawal Benih hingga ke Meja Makan

Secara khusus di sektor yang dikomandoinya, Sudaryono menggarisbawahi bahwa pertanian tidak boleh tertinggal satu langkah pun. Ia menetapkan target swasembada pangan sebagai agenda wajib yang harus terus dikejar pemerintah, sebab kesejahteraan petani berbanding lurus dengan kokohnya ketahanan nasional.

“Tugas kita memastikan tiap benih tumbuh maksimal. Kepercayaan publik 74% ini menjadi pelontar semangat. Kita pastikan semua program berjalan lurus sampai ke meja makan keluarga Indonesia,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Sudaryono memberikan catatan kritis bahwa angka dalam survei politik sangat dinamis dan bisa berubah kapan saja. Ia menetapkan tolok ukur kesuksesan pemerintah yang sejati bukanlah statistik di atas kertas.

“Survei bisa berubah tiap waktu, tapi kepuasan utuh terwujud saat panen berlimpah dan warga tersenyum puas,” pungkas Wamentan.