Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pengembangan industri satelit menjadi salah satu prioritas riset nasional. Arahan itu ia sampaikan langsung kepada Kepala BRIN Arif Satria dan Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian dalam pemanggilan ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025) siang.
Dalam unggahan resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (25/11/2025), Prabowo meminta BRIN mengoptimalkan seluruh kapasitas riset yang dimiliki negara.
“Yang paling utama adalah agar Arif dan Amarulla memanfaatkan para periset yang ada di tanah air dengan maksimal,” demikian keterangan tersebut. Saat ini terdapat sekitar 8.000 periset di bawah BRIN.
Prabowo menyampaikan bahwa pengembangan satelit harus menjadi salah satu fokus utama karena mendukung berbagai kebutuhan strategis nasional, mulai dari komunikasi, pengawasan wilayah, hingga teknologi pertahanan. Ia juga mengarahkan BRIN memperkuat riset pesawat amfibi, drone, serta teknologi sanitasi dan penyaringan air.
Untuk sektor energi, Presiden meminta riset energi hijau ditingkatkan, termasuk pengembangan baterai, green fuel, serta teknologi pengolahan sampah plastik. Adapun di sektor pangan, BRIN diminta mempercepat inovasi varietas unggul padi dan jagung untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.










