Presiden Prabowo Puji Diplomasi Menlu dan Kerja Tim Kabinet Hadapi Tantangan Global

Presiden RI Prabowo Subianto dan menlu RI Sugiono (Sumber: Instagram @sugiono_56)
Presiden RI Prabowo Subianto dan menlu RI Sugiono (Sumber: Instagram @sugiono_56)

Presiden Prabowo apresiasi diplomasi Menlu Sugiono dan kerja tim kabinet hadapi tekanan global, termasuk negosiasi tarif dengan AS dan konflik regional ASEAN.

Generasi.co, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas kinerja jajaran kabinetnya, khususnya Menteri Luar Negeri Sugiono, dalam menghadapi dinamika ketidakpastian global yang semakin kompleks. Pujian tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna ke-8 di Kantor Presiden, Jakarta, pada Rabu (6/8/2025).

Dalam pengarahannya, Prabowo secara khusus menyoroti peran diplomasi luar negeri yang dilakukan Menlu Sugiono terhadap negara-negara mitra strategis, termasuk Amerika Serikat, yang dinilai memberi kontribusi positif dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Saya terima kasih dengan tim ekonomi kita. Saya terima kasih saudara-saudara bekerja dengan tim sebagai tim yang baik. Menteri Luar Negeri dengan diplomasinya, kita bergerak sebagai satu tim,” ujar Prabowo seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (7/8).

Salah satu momen penting adalah keterlibatan langsung Sugiono dalam proses negosiasi tarif dengan Pemerintah AS. Pada 17 April 2025, Sugiono terbang ke Washington D.C. dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, guna membuka jalur diplomatik agar tarif terhadap produk Indonesia bisa ditekan.

Langkah diplomatik tersebut dilakukan seiring dengan penugasan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai ketua tim negosiasi pemerintah Indonesia dalam isu tarif dengan Amerika Serikat. Tim ini juga melibatkan Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Investasi, serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional.

Fokus pada Ketegangan Regional dan Tantangan Global

Dalam sidang kabinet yang berlangsung sekitar 3,5 jam itu, Presiden juga menyoroti meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Asia Tenggara. Ia menyinggung konflik berkepanjangan di Myanmar serta munculnya ketegangan baru antara dua negara anggota ASEAN, yakni Thailand dan Kamboja.

“Kita lihat di kawasan kita sendiri konflik Myanmar jalan terus dan tidak kelihatan arah untuk menyelesaikan secara damai. Belum lagi kita lihat sekarang muncul lagi konflik bersenjata antara sesama anggota ASEAN, Kamboja dan Thailand,” ujar Prabowo.

Selain konflik di kawasan, Prabowo juga mencermati tekanan geoekonomi global, khususnya kebijakan tarif tinggi dari Amerika Serikat yang dapat berdampak terhadap ekspor Indonesia.

Pemerintah Tetap Fokus dan Tenang

Meski menghadapi berbagai tekanan global dan regional, Prabowo menyatakan pemerintah tetap tenang dan fokus dalam menjalankan agenda prioritas nasional. Ia menekankan pentingnya pendekatan rasional dan negosiasi yang tidak emosional demi melindungi kepentingan rakyat Indonesia.

“Kita negosiasi, kita berunding, kita tidak emosional, kita tidak terpancing… Tugas pemerintah Indonesia adalah melindungi rakyat Indonesia, melindungi pekerja-pekerja kita dan keluarga mereka,” jelas Prabowo.

Prabowo menegaskan pemerintah telah mencapai hasil maksimal dalam menghadapi tekanan global saat ini, namun akan terus bekerja mencari kondisi ekonomi yang lebih baik untuk rakyat.

(BAS/Red)