Puji Langkah Prabowo Bela Palestina, Wamentan: Kita Sudah Selesai Jadi Penonton

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono/FB

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang berhasil menembus forum tingkat tinggi Board of Peace di Aljazair.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Rabu (28/1), Sudaryono menilai kehadiran Prabowo di meja perundingan global sangat krusial agar kepentingan Indonesia dan perjuangan Palestina tidak terabaikan. Ia mengutip filosofi politik James Baker untuk menggambarkan situasi tersebut.

“James Baker pernah bilang, kalau kita tidak punya kursi di meja perundingan, besar kemungkinan nama kita justru ada di dalam menu santapan. Logika ini berjalan kejam dalam politik dunia,” tulis Sudaryono.

Duduk Sejajar dengan AS dan Turki

Menurut Sudaryono, keputusan Prabowo untuk masuk langsung ke “pusat kekuasaan” dan duduk sejajar dengan para pemimpin dari Amerika Serikat, Turki, hingga negara-negara Arab kunci adalah jawaban telak atas tantangan geopolitik saat ini.

Langkah ini diambil demi memastikan nasib Palestina dan Gaza dibahas secara adil, akses bantuan kemanusiaan dibuka, serta perlindungan warga sipil benar-benar dijalankan.

“Teriakan paling keras dari jalanan seringkali hilang terbawa angin jika tidak ada satu pun orang kita yang berani masuk ke dalam ruangan tertutup tempat keputusan besar diketok,” lanjutnya.

Indonesia Bukan Lagi Penonton

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa era Indonesia hanya menjadi “penonton” yang berkomentar dari jauh telah berakhir. Di bawah kepemimpinan Prabowo, Indonesia kini memiliki daya tawar (bargaining power) yang diperhitungkan oleh kawan maupun lawan.

“Diplomasi berani semacam inilah yang dibutuhkan, berani ambil risiko, masuk langsung ke pusat kekuasaan, dan bertarung gagasan tepat di depan muka para pengambil kebijakan global,” tutup Sudaryono.