Punya Daya Saing Tinggi, Menkop Dorong Tenun Mamasa Masuk Koperasi Merah Putih

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono/IG

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, khususnya kerajinan tenun khas daerah, agar terintegrasi dalam sistem koperasi modern.

Hal itu disampaikan Ferry saat menerima audiensi Bupati Mamasa Welem Sambolangi beserta Wakil Bupati Sudirman dan jajarannya di Jakarta, Selasa (3/2). Dalam pertemuan tersebut, Menkop didampingi oleh Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah.

Ferry mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Mamasa dalam merespons program nasional pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

“Mamasa memiliki potensi ekonomi lokal yang luar biasa, khususnya tenun khas daerah yang sarat nilai budaya dan memiliki daya saing tinggi,” ujar Ferry dalam keterangannya, Rabu (4/2).

Integrasi Tenun dan Koperasi

Politikus Partai Gerindra ini menginstruksikan agar ke depannya terbentuk koperasi khusus penenun yang terintegrasi langsung dengan gerai-gerai Koperasi Merah Putih.

Dengan integrasi ini, koperasi tidak hanya menjadi wadah simpan pinjam, melainkan berfungsi sebagai pusat produksi dan pemasaran yang efektif bagi pengrajin lokal.

“Ke depan, saya mendorong pembentukan koperasi tenun yang terintegrasi dengan gerai KDKMP, sehingga dapat menjadi pusat produksi, pemasaran, sekaligus penguatan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal,” jelasnya.

Ferry menegaskan, model bisnis seperti inilah yang dicita-citakan pemerintah, di mana koperasi menjadi alat kedaulatan ekonomi rakyat yang mampu mengangkat budaya sekaligus menyejahterakan masyarakat desa.