Menteri Koperasi (MenKop) Ferry Juliantono mendorong koperasi sektor pertanian untuk meningkatkan nilai tambah produk melalui hilirisasi. Ia meminta koperasi tidak lagi sekadar menjual bahan mentah, tetapi mulai beralih ke produk olahan agar manfaat ekonominya lebih besar bagi petani.
Hal tersebut disampaikan Ferry saat menerima audiensi pengurus HKTI Tani Makmur Bumi Indonesia yang dipimpin Mayjen TNI (Purn) Winston P. Simanjuntak di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Selasa (10/2).
Dalam pertemuan itu, Ferry secara spesifik mencontohkan komoditas arang kelapa. Ia meminta unit usaha yang sudah berjalan untuk naik kelas.
“Contohnya ekspor arang kelapa yang ke depan harus naik kelas, bukan hanya bahan mentah, tetapi produk olahan seperti briket agar nilai tambahnya makin besar dan manfaatnya benar-benar dirasakan anggota serta para petani,” ujar Ferry.
Sinergi Program Koperasi Merah Putih
Ferry menilai, visi HKTI Tani Makmur Bumi Indonesia—koperasi primer nasional yang berdiri sejak 2017—sejalan dengan program prioritas pemerintah, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kedua pihak menyepakati ruang kolaborasi konkret untuk memperkuat kemandirian petani dan rantai pasok pertanian berbasis koperasi.
“Kami melihat ruang kolaborasi yang konkret, mulai dari distribusi pupuk dan benih hingga penguatan rantai pasok pertanian,” jelasnya.
Turut mendampingi MenKop dalam audiensi tersebut, Staf Khusus Menteri Bidang Mitigasi Risiko dan Kepatuhan Koperasi, David Bastian.










