Generasi.co, Jeju – Empat jenazah orang yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan di Jeju, Korea Selatan, dalam tiga hari. Penemuan itu terjadi setelah terungkap dugaan seorang polisi menutup ratusan kasus orang hilang secara palsu selama 17 bulan bertugas di pulau tersebut.
Jenazah keempat ditemukan pada Senin (24/8/2026), sekitar pukul 10.46 waktu setempat. Korban diduga perempuan berusia 37 tahun bernama Jang Mi-ran yang dilaporkan hilang sejak Mei.
Jasad Jang ditemukan di dekat penginapan tempat dia tinggal dalam jangka panjang, 104 hari setelah dilaporkan menghilang. Polisi menduga petugas yang menangani kasusnya telah menutup laporan tersebut secara palsu saat laporan kehilangan pertama dibuat.
Pencarian terhadap Jang kembali dilakukan setelah keluarganya membuat laporan orang hilang untuk kedua kalinya pada Juli.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 09.35, jenazah orang lain yang sebelumnya dilaporkan hilang juga ditemukan di dekat lembah di Aewol-eup, Jeju City.
Sehari sebelumnya, Minggu (23/8), jenazah seorang pria yang diperkirakan berusia 70-an ditemukan di perairan dekat Sinheung-ri, Jocheon-eup, Jeju City, sekitar pukul 15.04. Jenazah ditemukan oleh seorang pemancing yang kemudian melaporkannya kepada layanan darurat.
Jeju Coast Guard memastikan pria tersebut telah dilaporkan hilang ke Jeju Dongbu Police precinct pada Sabtu (22/8). Penyebab dan keadaan kematiannya masih diselidiki.
Satu jenazah lainnya ditemukan pada Sabtu (22/8) di Songdang-ri, Gujwa-eup, Jeju City. Korban merupakan pria berusia 60-an yang sebelumnya dilaporkan hilang pada 2 Juli.
Penyelidikan kemudian menemukan bahwa petugas yang menangani kasus Jang juga diduga menutup laporan kehilangan pria tersebut secara palsu. Keluarganya kembali membuat laporan orang hilang pada Jumat (21/8), sehingga polisi melakukan pencarian ulang.
Kasus tersebut terungkap di tengah penyelidikan terhadap seorang polisi yang diduga menutup secara palsu sekitar 200 kasus orang hilang selama 17 bulan bertugas di Jeju. Petugas tersebut diidentifikasi sebagai Sersan Boo.
Dalam salah satu kasus, keluarga seorang pria berusia 60-an melaporkan bahwa korban pergi pada 28 Juni dan tidak dapat dihubungi. Sebelum menghilang, pria tersebut disebut sempat mengatakan kepada anaknya, “Saya gagal dalam bisnis dan punya banyak utang. Jaga diri.”
Namun, Sersan Boo diduga memberikan informasi palsu kepada keluarga dengan menyatakan bahwa pria tersebut telah dihubungi dan dalam keadaan aman, tetapi tidak ingin memberitahukan lokasinya kepada keluarga.
Petugas itu kemudian menutup laporan tersebut.
Putra korban mengatakan keluarganya mempercayai keterangan polisi dan menunggu selama 51 hari. “Kami percaya kepada polisi ketika mereka mengatakan ayah saya aman dan menunggu, tetapi setelah 51 hari, yang kembali adalah jasadnya,” ujarnya dalam konferensi pers.
Keluarga korban juga menyebut polisi hanya menyarankan mereka melakukan pencarian secara mandiri.
Kepolisian Korea Selatan kini menyelidiki 298 kasus yang ditutup Sersan Boo sejak Maret 2025. Pada Selasa (25/8), empat polisi dalam rantai komando di Jeju Seobu Police Station dicopot sementara dari tugas selama penyelidikan berlangsung.
Kasus penutupan laporan secara prematur itu memicu meningkatnya ketidakpercayaan terhadap kepolisian di Jeju.
Jeju merupakan salah satu tujuan wisata paling populer di Korea Selatan. Pulau tersebut menerima 1,2 juta wisatawan asing pada paruh pertama 2026.










