Jakarta, Generasi.co — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kelas pekerja di Tanah Air bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026). Ia menegaskan bahwa buruh merupakan tulang punggung dan motor penggerak utama dalam setiap fase pembangunan nasional.
Dalam pesannya, Seskab Teddy menaruh harapan besar agar keringat dan dedikasi kaum pekerja saat ini akan bermuara pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan mereka di masa mendatang.
“Semoga kerja keras kita hari ini dapat menghadirkan kehidupan yang lebih sejahtera di masa depan. Terima kasih atas kontribusi nyata para pekerja Indonesia yang telah menjadi penggerak penting pembangunan nasional. Selamat memperingati Hari Buruh 1 Mei 2026,” ujar Teddy di Jakarta, Jumat.
Gelar Dialog Malam Jelang Puncak Perayaan
Komitmen pemerintah untuk mendengar suara buruh tidak hanya sebatas ucapan selamat. Seskab Teddy diketahui langsung turun ke lapangan pada malam sebelum puncak perayaan May Day.
Sepulang dari Bogor pada Kamis malam (30/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, Teddy merapat ke posko terpadu di kawasan Silang Monas. Memenuhi undangan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Seskab Teddy menggelar diskusi tatap muka yang hangat dengan sejumlah perwakilan pimpinan federasi buruh yang baru saja tiba di Jakarta.
Pertemuan malam itu menjadi ruang dialog intensif untuk menyerap langsung berbagai tuntutan dan keresahan para pekerja yang akan disuarakan pada aksi keesokan harinya.
Antisipasi Lautan 200 Ribu Massa di Monas
Puncak peringatan May Day tahun 2026 di kawasan Monas diprediksi akan menjadi salah satu konsentrasi massa terbesar. Pihak kepolisian mengestimasi sebanyak 200 ribu buruh akan membanjiri jantung ibu kota. Gelombang massa ini dilaporkan akan menggunakan sekitar 4.000 unit bus dan 20 ribu unit sepeda motor.
Untuk merespons aspirasi lautan massa tersebut, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung di tengah-tengah para buruh di Monas.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa kehadiran Presiden adalah bentuk garansi dari negara. Ia menjamin bahwa suara para pekerja tidak akan menguap begitu saja, melainkan akan dijawab dan dieksekusi melalui berbagai rumusan kebijakan yang nyata dan berpihak.










