Arahan Baru Prabowo: Kuota Beasiswa LPDP Wajib 80 Persen untuk STEM

Mahasiswa/Unsplash

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran menterinya untuk menghitung ulang (recalculate) skema penerimaan beasiswa pendidikan tinggi. Prabowo ingin jumlah penerima beasiswa diperbanyak secara signifikan dari angka yang ada saat ini.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa instruksi ini ditujukan langsung kepada dirinya dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).

“Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami untuk mencoba menghitung ulang, memformulasikan ulang bagaimana memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/01).

Kesenjangan Jumlah Penerima

Prasetyo membeberkan data yang menjadi dasar kekhawatiran Presiden. Dari total populasi mahasiswa di Indonesia yang mencapai 9,9 juta orang, baru sekitar 1,1 juta mahasiswa yang tersentuh bantuan beasiswa, termasuk melalui skema Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Kesenjangan angka yang cukup lebar ini mendorong pemerintah untuk mencari formula baru agar akses pendidikan tinggi bisa dirasakan lebih merata oleh anak bangsa.

LPDP Wajib 80 Persen STEM

Selain kuantitas, Presiden juga menyoroti kualitas dan peruntukan beasiswa, khususnya Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Prabowo meminta alokasi beasiswa LPDP digeser secara drastis untuk memprioritaskan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Tak tanggung-tanggung, Presiden menargetkan porsi beasiswa untuk jurusan-jurusan teknik dan sains tersebut mendominasi kuota yang ada.

“Beliau memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM. Tadi beliau sempat menyampaikan berharap di atas 80 persen,” ungkap Prasetyo.

Langkah ini diambil sebagai strategi percepatan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di kancah global.