Generasi.co, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI meraih empat predikat dalam pemeringkatan Fortune 100 Indonesia, yakni Top Fortune 100 Indonesia, Highest Net Profit, Biggest Company by Asset, dan Biggest Company by Market Cap.
Pemeringkatan tersebut menggunakan sejumlah indikator utama, di antaranya pendapatan, laba bersih, aset, ekuitas, dan kapitalisasi pasar.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan capaian tersebut mencerminkan kekuatan fundamental dan skala bisnis perseroan yang tetap terjaga. Dia mengapresiasi nasabah serta pekerja BRI atau Insan BRILiaN yang berkontribusi terhadap perjalanan transformasi perseroan.
“Di tengah dinamika lanskap industri keuangan, BRI terus mempertajam arah transformasi melalui BRIvolution Reignite. Transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat mesin pertumbuhan perseroan secara menyeluruh, mulai dari struktur pendanaan, kapabilitas digital, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan sumber-sumber pertumbuhan baru guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hery, Rabu (23/9/2026).
Transformasi BRIvolution Reignite ditopang dua pilar utama dan enam enabler sebagai penggerak perubahan. Pilar pertama, Transform the Funding Franchise, diarahkan untuk memperkuat struktur pendanaan agar semakin efisien dan stabil serta berbasis dana murah melalui penguatan CASA dan peningkatan kapabilitas transaction banking.
Pilar kedua, Revamp Existing Core and Build New Core, berfokus pada penguatan penyaluran kredit mikro sebagai bisnis inti sekaligus pembangunan mesin pertumbuhan consumer banking sebagai sumber pertumbuhan baru.
“BRIvolution Reignite kami jalankan untuk memastikan BRI tidak hanya tumbuh semakin besar, tetapi juga semakin kuat dan produktif. Transformasi dilakukan secara menyeluruh pada mesin bisnis maupun organisasi agar setiap potensi yang dimiliki BRI dapat dikonversi menjadi pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Hery.
Hingga akhir triwulan II 2026, laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun. Angka tersebut tumbuh 17,5 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara konsolidasian, aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen yoy. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang kredit dan pembiayaan yang meningkat 16,2 persen yoy menjadi Rp1.646 triliun.
Penguatan fundamental juga menopang kemampuan perseroan menghasilkan imbal hasil. Return on Asset (ROA) BRI tetap berada di kisaran 2,7 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) meningkat dari 16,6 persen pada triwulan II 2025 menjadi 18,8 persen pada triwulan II 2026.
Selain di tingkat nasional, BRI menempati peringkat pertama di antara perusahaan sektor finansial asal Indonesia dalam Fortune Southeast Asia 500 2026. BRI juga berada di posisi ke-14 dari 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara.
Posisi tersebut menempatkan BRI dalam jajaran korporasi utama di kawasan Asia Tenggara bersama Olam Group dari Singapura, Petrovietnam dari Vietnam, Top Frontier Investment dari Filipina, dan Sea dari Singapura.
Capaian tersebut menjadi bagian dari pengakuan terhadap posisi BRI di tingkat nasional dan regional di tengah dinamika industri keuangan dan persaingan global.










