Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta publik dan elite politik untuk menahan diri terkait polemik wacana pengembalian pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke DPRD. Ia menegaskan, energi bangsa saat ini seharusnya difokuskan pada penanganan bencana alam di Sumatra ketimbang debat politik.
Pernyataan ini disampaikan Dasco merespons pertanyaan awak media mengenai usulan perubahan mekanisme Pilkada yang belakangan mencuat.
“Marilah kita sama-sama semua fokus pada penanganan bencana dulu di Sumatra,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (06/01).
Waspada Potensi Gunung Meletus
Dasco mengingatkan bahwa selain pemulihan pascabencana di Sumatra, Indonesia juga tengah dihadapkan pada ancaman bencana geologi lainnya.
“Kita tidak berharap, tapi ada potensi gunung [meletus] yang kemudian mungkin nantinya harus juga dampaknya ditangani dengan baik,” tambahnya.
Terkait substansi wacana Pilkada via DPRD, Ketua Harian Partai Gerindra ini menyebut DPR belum melakukan pembahasan apapun. Ia menjelaskan bahwa mekanisme legislasi belum berjalan karena anggota dewan masih berada dalam masa reses.
“Nah, justru pembahasan atau tidak pembahasan itu juga belum diputuskan kapan dibahasnya. Karena kami masih reses. Jadi, saya juga belum bisa jawab,” jelas Dasco.
Awal Mula Wacana
Isu Pilkada via DPRD kembali menghangat setelah Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, melontarkan usulan tersebut dalam Rapimnas I Partai Golkar, Desember 2025 lalu.
Bahlil berdalih, pemilihan melalui DPRD tetap merupakan wujud kedaulatan rakyat dan dinilai lebih efektif. Selain itu, Golkar juga mendorong perbaikan sistem proporsional terbuka untuk menekan praktik politik uang.
Namun, bagi pimpinan DPR saat ini, urgensi penanganan korban bencana dinilai jauh lebih mendesak dibandingkan merevisi aturan pemilu.










