Fadli Zon Respons Pencabutan Rekomendasi Konser Andrea Bocelli

Andrea Bocelli/IG

Generasi.co, YOGYAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendukung penyelenggaraan konser di kawasan cagar budaya, termasuk rencana konser penyanyi tenor Italia Andrea Bocelli di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Namun, Fadli mengaku belum mengetahui pencabutan rekomendasi kepolisian untuk konser yang dijadwalkan pada 31 Oktober 2026 tersebut.

“Saya belum tahu, tuh. Apa, kita tunggu saja nanti hasil dari Kementerian Pariwisata,” kata Fadli saat ditemui di Benteng Vredeburg, Kota Yogyakarta, Rabu (14/10) malam.

Fadli menilai kegiatan di kawasan warisan budaya dapat mendorong kemajuan kebudayaan sekaligus ekonomi berbasis budaya. Menurut dia, tujuan penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di Borobudur juga positif.

“Kalau kami sih pada dasarnya dan pada prinsipnya, segala sesuatu yang memajukan kebudayaan kita, memajukan ekonomi budaya kita, itu tentu akan menguntungkan bagi kita semua, gitu,” ujarnya.

Ia juga menilai polemik mengenai konser tersebut perlu dilihat lebih lanjut. Fadli menyebut kemungkinan adanya kesalahpahaman dan informasi yang tidak tepat.

“Ini kan ada panitianya, dan saya melihat bahwa maksud dan tujuannya sangat baik. Nanti kita lihatlah, kadang-kadang terjadi salah persepsi, salah informasi, ya, dan hoaks, kadang-kadang yang dibesar-besarkan,” kata politikus Partai Gerindra itu.

Menurut Fadli, Kementerian Kebudayaan dan InJourney Destination Management (IDM) telah berkomunikasi mengenai rencana konser tersebut. Kedua lembaga memiliki peran masing-masing dalam pengelolaan kawasan Borobudur.

“Sudah (komunikasi). Kita juga termasuk yang melihat bahwa secara prinsip adanya konser di heritage kita itu sangat baik,” ujarnya.

Sebelumnya, Polresta Magelang mencabut rekomendasi penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur. Keputusan itu disampaikan Wakapolresta Magelang AKBP Bim Rekoaji dalam audiensi dengan kelompok masyarakat yang menolak konser di kantor Unit Taman Wisata Borobudur (TWB), Selasa (13/10/2026).

Bim mengatakan penyelenggara sebelumnya telah mengajukan permohonan perizinan. Namun, kepolisian memutuskan menarik rekomendasi yang telah diajukan tanpa memerinci alasan pencabutan.

Penolakan konser juga disuarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim mendesak pemerintah membatalkan konser tersebut. Ia menyoroti rekam jejak Bocelli yang disebut pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk militer Israel pada 2010 dan menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.

MUI menilai rencana konser itu perlu mempertimbangkan sikap Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina dan menentang penjajahan. Lembaga tersebut juga meminta pemerintah tidak memberikan panggung kepada figur yang dinilai mendukung tindakan Israel terhadap rakyat Palestina.

Sementara itu, Commercial Group Head PT Taman Wisata Borobudur (TWB) AY Suhartanto mengatakan pengelola akan berkoordinasi dengan manajemen pusat untuk menentukan kelanjutan acara. Hingga kini, pihak pengelola belum memastikan nasib konser setelah rekomendasi kepolisian dicabut.

Selain di Borobudur, Andrea Bocelli dijadwalkan menggelar konser di Jakarta pada 3 November 2026. Kedua pertunjukan tersebut merupakan bagian dari tur dunia Romanza 30th Anniversary World Tour, untuk memperingati 30 tahun album Romanza