Ferry Juliantono Dorong Koperasi Bangun Industri Turunan Gula, Produk Dipasarkan Lewat Koperasi Merah Putih

Tebu/Pexels

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong pengembangan ekosistem koperasi terintegrasi berbasis industri tebu, mulai dari produksi bahan baku, pengolahan, hingga pemasaran melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia.

Gagasan itu disampaikan Ferry setelah meninjau pabrik pengolahan gula tebu yang dikelola Koperasi KANA. Menurut dia, koperasi memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha bernilai tambah yang tidak hanya terbatas pada produksi gula putih.

“Saya mengunjungi pabrik pengolahan gula tebu dan melihat langsung potensi besar yang bisa dikembangkan melalui koperasi. Harapan saya, ke depan Koperasi KANA tidak hanya menghasilkan gula putih, tetapi juga mampu mengembangkan berbagai produk turunannya,” kata Ferry melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Ferry menilai produk gula yang dihasilkan koperasi dapat dipasarkan melalui jaringan KDKMP. Bahkan, pengembangan industri lanjutan seperti pabrik kecap juga dinilai memungkinkan dengan memanfaatkan bahan baku dari sektor perkebunan yang dikelola koperasi.

Menurutnya, produk-produk tersebut nantinya dapat dipasarkan melalui jaringan koperasi yang sama sehingga menciptakan rantai ekonomi yang saling terhubung.

“Ini yang saya maksud dengan membangun ekosistem koperasi yang terintegrasi. Petani tebu dapat menjual hasil panennya, koperasi mengolahnya menjadi produk bernilai tambah, kemudian hasilnya dipasarkan kembali melalui KDKMP di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ferry mengatakan pola tersebut akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas karena melibatkan banyak pihak dalam satu rantai usaha, mulai dari petani, koperasi, pekerja, hingga masyarakat sebagai konsumen.

Ia menegaskan pemerintah ingin membuktikan bahwa koperasi mampu berkembang menjadi badan usaha modern yang produktif dan memiliki daya saing tinggi, bukan hanya bergerak di sektor simpan pinjam.

“Kita ingin menunjukkan bahwa koperasi tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam, tetapi juga mampu menjadi badan usaha modern yang kuat, produktif, dan mampu bersaing dengan badan usaha lainnya,” kata Ferry.

Menurut dia, penguatan koperasi juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan.

“Seperti yang diharapkan Presiden Prabowo Subianto, koperasi harus menjadi kekuatan ekonomi yang hadir dari rakyat, dikelola oleh rakyat, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat,” ujarnya.