Jakarta, Generasi.co — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meluapkan kegeramannya terhadap tingkah laku sejumlah korporasi tambang ilegal yang terang-terangan membangkang terhadap hukum negara. Kepala Negara menyoroti adanya perusahaan nakal yang tetap beroperasi meski telah dijatuhi vonis sanksi oleh Mahkamah Agung (MA) dan izinnya telah dicabut oleh pemerintah.
Kekesalan tersebut disampaikan secara terbuka oleh Prabowo saat memberikan pengarahan di Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Ia secara spesifik menyebut perilaku para pengusaha tambang ilegal tersebut sebagai tindakan ndablek (kepala batu/kebal muka).
“Sudah ada keputusan Mahkamah Agung berbelas tahun tidak dieksekusi. Sudah ada izin yang dicabut oleh Pemerintah Republik Indonesia, delapan tahun, si pengusaha itu ndablek, terus dia laksanakan tambang tanpa izin,” ungkap Prabowo membongkar borok penegakan hukum di lapangan.
Menertawakan Negara dan Meludahi Pengorbanan Pahlawan
Bagi Prabowo, pembangkangan tersebut bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan sebuah bentuk pelecehan terhadap muruah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menilai, perusahaan-perusahaan kotor tersebut seolah sedang menertawakan ketidakberdayaan aparat hukum.
“Dia menertawakan Republik Indonesia. Dia meludahi pengorbanan mereka-mereka yang gugur untuk kemerdekaan Indonesia. Dia tidak hormat sama NKRI,” kecam Presiden dengan nada tinggi.
Instruksi Mutlak: Pidanakan Tanpa Kompromi!
Merespons pelecehan kedaulatan hukum tersebut, mantan Danjen Kopassus ini langsung memberikan instruksi mutlak kepada Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. Prabowo memerintahkan Korps Adhyaksa untuk segera bertindak agresif, menyikat habis, dan memenjarakan pihak-pihak yang menolak tunduk pada aturan.
“Dia tidak mau kerja sama, pidanakan. Kita tidak ragu-ragu dan kita tidak gentar,” tegasnya memberikan komando eksekusi.
Lebih jauh, Presiden telah mengkalkulasi bahwa operasi pemberantasan mafia tambang ini pasti akan memicu serangan balik yang masif. Ia memperingatkan jajarannya bahwa para mafia akan menggunakan kekayaan hasil rampokan mereka untuk membiayai gerakan perlawanan dan mendestabilisasi penegakan hukum.
Meski demikian, Prabowo menuntut jajarannya untuk berdiri tegak dan tidak mundur satu langkah pun.
“Semakin kita tegas, semakin kita teguh, semakin kita membela rakyat, semakin kita akan dilawan, semakin kita akan diserang. Jangan khawatir, jangan khawatir. Dia akan menggunakan segala alat, dia akan menggunakan uang yang mereka curi untuk membiayai gerakan-gerakan,” pungkas Prabowo membakar keberanian aparat penegak hukum.










