Gerindra Bantah Isu Capres-Cawapres Harus Didukung Tiga Partai di RUU Pemilu

Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong/DPR RI

Generasi.co, Jakarta – Partai Gerindra membantah kabar yang menyebut Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu akan mengatur syarat pencalonan presiden dan wakil presiden harus didukung sedikitnya tiga partai politik yang memiliki kursi di parlemen. Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan isu tersebut tidak pernah dibahas di Komisi II DPR.

Bahtra, yang juga merupakan salah satu pimpinan Komisi II DPR, mengatakan pembahasan RUU Pemilu bersama pemerintah bahkan belum dimulai. Saat ini, proses yang berjalan masih sebatas penyerapan aspirasi dari berbagai pihak.

“Enggak, enggak ada. Dari mana infonya?” ujar Bahtra saat ditemui di kompleks parlemen, Selasa (30/6).

Ia enggan mengomentari lebih jauh isu tersebut dan kembali menegaskan belum ada agenda pembahasan substansi RUU Pemilu.

“Belum ada pembahasan kan,” katanya.

Isu mengenai pembatasan pencalonan presiden dan wakil presiden sebelumnya mencuat setelah Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K. Harman menulis opini di Harian Kompas pada 21 Juni. Dalam tulisannya, Benny menyebut terdapat indikasi munculnya skenario yang mengharuskan pasangan calon presiden dan wakil presiden diusung oleh sedikitnya tiga partai politik parlemen.

Menurut Benny, wacana tersebut berpotensi membatasi hak masyarakat dalam menentukan pemimpin nasional, terlebih setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan penghapusan ambang batas pencalonan presiden.

“Ada indikasi kuat bahwa regulasi pemilu mendatang sengaja didesain untuk membatasi hak rakyat dalam memilih pemimpin tertinggi di negeri ini,” tulis Benny.

Ia juga menambahkan, “Salah satu wacana paling berbahaya yang mulai diembuskan adalah soal pembatasan calon presiden dan calon wakil presiden, di mana nantinya hanya pasangan calon (paslon) yang didukung oleh minimal tiga partai politik parlemen yang boleh bertanding.”

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji juga mengaku belum mengetahui adanya wacana tersebut. Dengan nada berkelakar, ia justru menyebut Benny memiliki informasi yang belum diketahui pihak lain.

“Sampai sekarang belum ada bocoran apa-apa kok. Pak Benny K Harman hebat sekali, sudah punya bocoran,” kata Sarmuji di kompleks parlemen, Senin (29/6).