Instruksi Tegas Prabowo Pasca-Tragedi Bekasi: Siapkan Rp4 Triliun Benahi 1.800 Perlintasan Sebidang di Jawa

Jenguk Korban di RSUD Bekasi, Presiden Prabowo Soroti Perlintasan Tak Dijaga dan Gandeng KNKT/Presiden RI

Bekasi, Generasi.co — Presiden RI Prabowo Subianto memberikan respons cepat dan menyeluruh terhadap tragedi tabrakan maut KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Saat menjenguk para korban di RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026) pagi, Presiden mengeluarkan instruksi krusial yang mencakup solusi lokal hingga pembenahan sistemik di seluruh Pulau Jawa.

Hingga Selasa siang, data resmi mencatat jumlah korban jiwa dalam peristiwa pilu tersebut meningkat menjadi 15 orang meninggal dunia. Didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya, Presiden menegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah prioritas yang tidak bisa ditunda.

“Hari ini saya datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah,” ujar Presiden Prabowo.

Berikut adalah tiga arahan utama Presiden Prabowo menyikapi kecelakaan maut tersebut:

1. Pembangunan Flyover Bekasi Timur Lewat Banpres

Presiden menyetujui percepatan pembangunan jalan layang (flyover) di titik lokasi kecelakaan untuk memutus perlintasan sebidang yang sangat padat. Proyek vital ini dipastikan akan dibiayai langsung oleh pemerintah pusat.

“Bekasi ini padat dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak. Jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover. Dananya langsung oleh Bantuan Presiden (Banpres),” tegasnya.

2. Mega Proyek Perbaikan 1.800 Titik Perlintasan di Jawa

Arahan yang paling signifikan adalah rencana pembenahan besar-besaran terhadap 1.800 titik perlintasan kereta api di seluruh Pulau Jawa yang dinilai masih belum memiliki standar keamanan memadai.

  • Latar Belakang: Banyak lintasan merupakan warisan zaman Belanda yang tidak mengalami pembaruan sistem keamanan selama puluhan tahun.
  • Target: Perbaikan mencakup penyediaan pos jaga resmi hingga pembangunan flyover di titik-titik krusial.
  • Anggaran: Presiden memperkirakan kebutuhan dana mencapai hampir Rp4 triliun.

“Sekarang sudahlah kita selesaikan semua itu, saya sudah perintahkan kita akan perbaiki semua lintasan tersebut. Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 triliun demi keselamatan masyarakat,” ujar Prabowo.

3. Investigasi Menyeluruh dan Penjagaan Perlintasan

Presiden secara khusus menyoroti banyaknya perlintasan ilegal atau tak terjaga yang menjadi sumber utama kecelakaan. Ia memerintahkan investigasi mendalam untuk mengusut kronologi jatuhnya 15 korban jiwa tersebut.

“Secara garis besar memang kita perhatikan di lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak terjaga ya. Kita segera akan atasi dan kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana,” tuturnya.