Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan bahwa tidak ada kritik yang dilontarkan terhadap kinerja kementeriannya saat Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan para mantan Menlu dan Wakil Menlu di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2).
Sugiono menjelaskan, pertemuan tersebut memang diwarnai oleh berbagai pandangan dan masukan dari para tokoh senior diplomasi Indonesia. Namun, ia memastikan seluruh diskusi berjalan konstruktif dalam semangat membangun.
“Tidak ada yang mengkritik kinerja Menlu,” tegas Sugiono usai pertemuan.
Filosofi ‘Rubik’s Cube’
Sugiono mengibaratkan perbedaan perspektif yang muncul dalam pertemuan tersebut layaknya melihat sebuah Rubik’s Cube. Menurutnya, perbedaan sudut pandang justru diperlukan untuk melihat persoalan secara utuh.
“Kita kalau melihat sesuatu itu kalau kita melihat kubus Rubik Cube. Kalau dilihat dari berbagai sisi kan warnanya beda-beda, tetapi setelah semuanya melihat dari situasi yang dari sudut pandang yang menyeluruh dan komprehensif, kita sama-sama sepakat bahwa itu adalah benda yang namanya Rubik Cube,” jelasnya.
Tak Takut ‘Ranjau’ Diplomasi
Menanggapi pandangan salah satu tokoh senior mengenai adanya potensi tantangan atau “ranjau-ranjau” diplomasi di masa depan, Sugiono menilai hal itu sebagai dinamika yang wajar dalam perjuangan.
Ia menekankan bahwa pemerintah tidak boleh ragu dalam mengambil langkah diplomatis hanya karena bayang-bayang kesulitan.
“Kita itu kalau melangkah untuk melakukan sebuah upaya jangan kemudian takut sama bayangan. Kesulitan pasti ada, hidup itu tidak mulus-mulus terus jalannya, ada naik ada turun, ranjau di depan kita juga pasti hadapi,” ujarnya.
Kompas Palestina
Lebih lanjut, Sugiono menyampaikan pesan Presiden Prabowo bahwa kebijakan luar negeri Indonesia tetap berjalan dengan arah yang jelas. Hal ini khususnya berlaku pada sikap Indonesia terhadap isu Palestina.
“Kita jalan dengan berpedoman, berpatokan pada satu titik kompas, khususnya saya berbicara mengenai konteks kemerdekaan Palestina, bahwa kita ingin satu solusi di mana dua negara ini hidup berdampingan dalam damai,” pungkas Sugiono.










