Kronologi Pria Ditemukan Tewas di GBK, Sempat Kirim Sinyal SOS

Foto Ilustrasi: Tewas/Tempat Kejadian Perkara (TKP). (Joe Belanger/thinkstock)
Foto Ilustrasi: Tewas/Tempat Kejadian Perkara (TKP). (Joe Belanger/thinkstock)

Generasi.co, Jakarta – FS (30) ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Minggu (6/9/2026) dini hari. Sebelum ditemukan, FS sempat mengunggah pesan di Instagram yang membuat rekannya khawatir dan kemudian mengirimkan sinyal SOS yang menunjukkan lokasi di sekitar GBK.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan rekan FS mengetahui unggahan tersebut saat berada di kawasan GBK. Rekan korban kemudian menerima kiriman SOS melalui fitur jam pada salah satu aplikasi.

“Berawal saksi saat sedang berada di GBK membaca unggahan korban di Instagram bahwa korban mau bunuh diri. Setelah membaca, kemudian saksi (teman korban) mendapat kiriman SOS,” kata Dhimas, Rabu (9/9/2026).

Rekan FS kemudian berusaha mencari keberadaan korban berdasarkan titik lokasi yang diterima. Namun, pencarian awal tidak menemukan FS.

Rekan korban lalu meminta bantuan petugas sekuriti yang berjaga di Pintu 5 GBK. Petugas tersebut mencari FS berdasarkan titik terakhir yang dikirim melalui sinyal SOS.

Pencarian kemudian diperluas dengan melibatkan petugas sekuriti lainnya. Mereka menyisir kawasan sekitar lokasi yang ditunjukkan dalam kiriman SOS.

FS akhirnya ditemukan oleh petugas sekuriti lainnya sekitar pukul 01.30 WIB. Ia ditemukan dalam kondisi tergeletak di sekitar Plaza Utara Pintu 10 GBK.

“Atas penemuan tersebut, saksi selanjutnya menghubungi Polsek Tanah Abang dan tidak lama kemudian datang piket Reskrim ke TKP dan korban dalam keadaan sudah meninggal dunia,” ujar Dhimas.

Petugas Polsek Metro Tanah Abang yang tiba di lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Berdasarkan pengamatan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada bagian luar tubuh FS.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan dari pengamatan. Tidak dilakukan otopsi karena keluarga menolak, keberatan untuk dilakukan otopsi,” jelas Dhimas.

Jenazah FS selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga.

Dhimas juga membenarkan adanya keterkaitan antara kematian FS dan unggahan di media sosial X yang beredar. Dalam unggahan tersebut, FS menyampaikan terima kasih dan permintaan maaf kepada teman-temannya.

FS juga mengunggah bukti transaksi donasi senilai Rp40 juta kepada komunitas kesehatan mental serta rumah singgah bagi kucing dan anjing liar.

Setelah penemuan tersebut, jenazah FS diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan.