Bangka Belitung — Generasi.co — Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menjalin kolaborasi dengan Pengurus Wilayah (PW) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kepulauan Bangka Belitung. Keduanya menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada Selasa (26/5) guna menanamkan fondasi nasionalisme yang kuat di kalangan tenaga pendidik PAUD.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menstimulasi para guru agar konsisten menerapkan serta mencontohkan karakter dan akhlak yang baik kepada generasi penerus sejak usia dini.
Mencegah Pudarnya Jiwa Nasionalisme
Ketua PW Himpaudi Bangka Belitung, Djuariningsih, menyambut positif inisiatif dari MPR RI. Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan sebenarnya sudah sering diimplementasikan oleh para pendidik PAUD dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Namun, penguatan secara formal dan berkelanjutan tetap mutlak diperlukan.
“Tetap harus dikuatkan agar jiwa nasionalisme mereka terus ada dan bisa diterapkan, karena sekarang terlihat mulai menipis jadi perlu dikuatkan terus,” tegas Djuariningsih.
Ia juga menyoroti bahwa acara ini merupakan tonggak sejarah baru bagi organisasi yang dipimpinnya. Berikut adalah ringkasan dari pelaksanaan kegiatan tersebut:
| Detail Kegiatan | Keterangan |
| Penyelenggara | MPR RI bersama PW Himpaudi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. |
| Peserta Kegiatan | Melibatkan 200 pendidik PAUD yang berasal dari seluruh penjuru Pulau Bangka. |
| Fokus Agenda | Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika). |
| Harapan ke Depan | Dapat menjangkau para pendidik PAUD di wilayah Pulau Belitung dan Belitung Timur. |
“Ini pertama kali dan kita harap ada lagi kegiatan seperti ini agar bisa mengakomodir para pendidik di Belitung dan Belitung Timur juga, karena belum semua pendidik bisa terakomodir ikut kegiatan ini,” harap Djuariningsih.
DPD RI: Investasi Menyongsong Indonesia Emas 2045
Hadir dalam kesempatan yang sama, Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Bangka Belitung, Zuhri M. Syazali, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kolaborasi ini. Ia menekankan bahwa para guru PAUD adalah garda terdepan dalam membentuk fondasi pemikiran anak bangsa.
Zuhri mengingatkan bahwa pemahaman mendalam tentang nilai-nilai pemersatu bangsa harus dimiliki secara utuh oleh para pendidik sebelum ditransfer kepada anak didiknya.
“Semoga kita terus berkolaborasi untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme kita, dalam membentuk karakter anak-anak didik kita untuk siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ungkap Zuhri penuh optimisme.
Melalui sinergi antara lembaga tinggi negara dan asosiasi pendidik ini, diharapkan nilai-nilai kebangsaan tidak hanya menjadi hafalan teks, melainkan benar-benar hidup dalam setiap aktivitas pendidikan anak usia dini di Bangka Belitung.










