Jakarta, Generasi.co — Mengganasnya modus penipuan digital yang membidik nasabah perbankan, khususnya pengguna layanan BNIdirect, membuat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali membunyikan alarm peringatan keras. BNI menegaskan agar nasabah tidak mudah teperdaya dan haram membagikan data sensitif kepada pihak mana pun, termasuk yang mengaku-ngaku sebagai petugas bank.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa pihak perseroan memiliki prosedur operasional standar (SOP) yang ketat dan tidak akan pernah meminta informasi rahasia milik nasabah dalam kondisi apa pun.
“Kami mengingatkan nasabah agar tidak pernah membagikan data sensitif kepada pihak mana pun, termasuk yang mengatasnamakan BNI. Karena hal tersebut merupakan bagian dari modus kejahatan digital,” tegas Okki dalam keterangan resminya, Rabu (6/5/2026).
Daftar Data Haram untuk Dibagikan
Untuk membentengi nasabah dari kejahatan rekayasa sosial (social engineering), BNI membeberkan sejumlah data krusial yang wajib dijaga kerahasiaannya. Data-data ini tidak boleh diserahkan baik melalui telepon, SMS, email, maupun media sosial:
- Kata sandi (password)
- ID Perusahaan (Corporate ID)
- Email terdaftar
- PIN
- Kode One Time Password (OTP)
- Kode token fisik (hard token) maupun digital (soft token)
Waspadai Modus Tautan Palsu dan Remote Desktop
Okki juga membeberkan ciri-ciri umum penipuan digital yang kerap memakan korban. BNI menggarisbawahi bahwa bank tidak pernah mengirimkan tautan (link) via SMS atau aplikasi percakapan (seperti WhatsApp) untuk dalih verifikasi.
Selain itu, nasabah dilarang keras menuruti instruksi untuk mengunduh aplikasi yang tidak dikenal. Modus terbaru yang sering dipakai penipu adalah mengarahkan korban untuk menginstal aplikasi pengendali jarak jauh (remote desktop) seperti TeamViewer atau AnyDesk dengan modus pura-pura memberikan bantuan layanan teknis.
“Jika menemukan indikasi tersebut, nasabah diminta untuk tidak menindaklanjutinya dan segera melakukan verifikasi melalui kanal resmi BNI,” imbau Okki.
Solusi Mandiri Cegah Kebocoran Akun
Sebagai langkah mitigasi tambahan, BNI mengimbau nasabah untuk:
- Tidak mengeklik tautan sembarangan dari sumber yang tidak jelas.
- Menghindari mencari solusi melalui mesin pencari (Google) apabila mengalami kendala seperti lupa kata sandi.
- Menggunakan fitur resmi yang telah tersedia langsung di halaman login BNIdirect untuk melakukan reset kata sandi secara mandiri dan aman.
Informasi lebih lanjut mengenai keamanan transaksi hanya dapat diakses melalui portal resmi www.bni.co.id. Melalui edukasi yang terus digencarkan ini, BNI menargetkan masyarakat semakin melek akan pola kejahatan siber sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi aset digitalnya masing-masing.










