Pantau Tiap Jam, Menlu Cari Jalur Selamatkan 2 WNI yang Dibajak di Gabon

Menteri Luar Negeri Sugiono (Sumber: Instagram @sugiono_56)
Menteri Luar Negeri Sugiono (Sumber: Instagram @sugiono_56)

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menyatakan pihaknya tengah menjalin koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Tiongkok terkait insiden penculikan Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) oleh kelompok bersenjata di lepas pantai Gabon, Afrika Tengah.

Langkah diplomasi ini diambil untuk mempercepat penanganan dan pencarian informasi mengenai nasib para sandera.

“Ini kita lagi memantau terus perkembangannya dan saya juga mencoba untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Tiongkok,” kata Sugiono di Gedung Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Rabu (14/01).

Nasib Dua WNI Masih Misteri

Sugiono mengakui bahwa hingga saat ini nasib dua WNI yang diculik oleh pembajak belum diketahui secara pasti. Pihak Kemlu masih terus berupaya mencari akses dan jalur informasi untuk memastikan kondisi keselamatan mereka.

“Terus terang sejauh ini juga kita belum tahu nasib yang dua, tapi kita akan coba cari jalur untuk bisa cari tahu kondisinya seperti apa,” ungkapnya.

Menlu menegaskan bahwa pemantauan dilakukan sangat ketat. Ia meminta laporan berkala setiap jam dari perwakilan RI di wilayah tersebut untuk memastikan setiap perkembangan sekecil apa pun dapat segera ditindaklanjuti.

“Saya kira perwakilan kita sudah terus memonitor situasi ini. Saya nunggu laporannya setiap jam lah, setiap ada update,” tegas Sugiono.

Kronologi Pembajakan IB FISH 7

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengonfirmasi insiden pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 yang terjadi pada Minggu (11/01).

Dalam insiden tersebut, pelaku bersenjata menculik 9 dari total 12 awak kapal. Tiga awak kapal berhasil lolos dari penculikan, di mana dua di antaranya adalah WNI. Para korban selamat bertahan di atas kapal hingga diselamatkan otoritas setempat dan dikawal menuju Libreville, ibu kota Gabon.

Saat ini, KBRI Yaounde terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memantau kesehatan para korban selamat serta memastikan pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan bagi seluruh ABK WNI, baik yang selamat maupun yang masih disandera.