Indonesia kembali diingatkan pada ancaman gempa besar dan tsunami setelah Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 mengungkap adanya 14 zona megathrust aktif, termasuk salah satu yang paling berbahaya berada di selatan Jawa. Zona ini disebut memiliki potensi gempa hingga magnitudo 9,1.
Anggota AIPI sekaligus Guru Besar ITB, Iswandi Imran, menilai peta terbaru menunjukkan peningkatan risiko di banyak wilayah.
“Antara yang sebelumnya 2017 dengan 2024 yang paling atas ya kalau kita lihat kontur lebih rapat ya yang pada 2024, yang mengindikasikan sebenarnya adanya peningkatan bahaya gempa di daerah-daerah tertentu di Indonesia,” ujarnya dalam acara sosialisasi peta tersebut, dikutip Rabu (10/12/2025).
Temuan ini menempatkan wilayah Jawa—mulai dari Banten hingga Jawa Timur—sebagai salah satu area dengan ancaman gempa dan tsunami terbesar di Indonesia.
Ancaman Besar untuk Jawa dan Selat Sunda
Peringatan lebih serius datang dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, menegaskan energi yang terkunci di zona megathrust selatan Jawa terus bertambah. Jika dilepaskan sekaligus, gempa besar dan tsunami dahsyat berpotensi terjadi.
Menurut hitungan Rahma, jika segmen megathrust di wilayah Pangandaran pecah, tsunami setinggi 20 meter bisa menghantam pesisir selatan Jawa dan menjalar hingga Banten, Lampung, bahkan ke Jakarta.
“Semua pesisir Banten akan terdampak, hanya saja tinggi tsunaminya berbeda-beda,” kata Rahma.
Untuk pesisir Banten, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 4–8 meter. Sementara untuk Jakarta Utara, ketinggian tsunami diproyeksikan 1–1,8 meter, namun dengan waktu kedatangan lebih lambat, sekitar 2,5 jam setelah gempa.
“Kalau di selatan Jawa, tsunami sampai dalam waktu 40 menit, bahkan di Lebak hanya 18 menit. Tapi di Jakarta Utara, tsunami datang 2,5 jam setelah gempa,” jelasnya.
BMKG: Dua Megathrust “Tinggal Menunggu Waktu”
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, sebelumnya menyebut ada dua zona megathrust yang sudah lama tidak melepaskan energi besar: Selat Sunda dan Mentawai–Siberut. Keduanya disebut berada dalam kondisi seismic gap.
BMKG menyatakan sudah memperkuat sistem InaTEWS, melakukan edukasi publik, pendampingan kepada pemerintah daerah, dan pemeriksaan rutin sirine peringatan dini tsunami.
Adapun berikut 14 Zona Megathrust di Peta 2024 (dan perkiraan magnitudo maksimal)
- Filipina Tengah — Maksimal M8,1
- Aceh–Andaman — Maksimal M9,2
- Nias–Simelue — Maksimal M8,7
- Batu — Maksimal M7,8
- Mentawai–Siberut — Maksimal M8,9
- Mentawai–Pagai — Maksimal M8,9
- Enggano — Maksimal M8,9
- Jawa (zona megathrust Jawa) — Maksimal M9,1
- Jawa bagian barat — Maksimal M8,9
- Jawa bagian timur — Maksimal M8,9
- Sumba — Maksimal M8,9
- Sulawesi Utara — Maksimal M8,5
- Palung Cotobato — Maksimal M8,3
- Filipina Selatan — Maksimal M8,2










